Piye

Wah Bahaya ! Warga Tiga Desa Ini Tangkap Ikan Pakai Racun

SuaraLombok.com | Lombok Utara – warga desa Sokong, Medana,  dan Taniga ditangkap kelompok masyarakat pengawas (pokmaswas) dan pariwisata desa Medana, karena kedapatan menangkap ikan menggunakan racun. Racun yang digunakan berasal dari akar tuba.

‘’Kejadiannya Sabtu sekitar pukul 05.17 Wita, mereka ada yang pakai tombak dan juga akar tuba untuk meracuni ikan,” ujar salah seorang anggota Pokmarwas Desa Medana, Budi, Senin (16/1).

Aksi tersebut terjadi di perairan teluk Medana tepatnya depan hotel Lombok Lodge dan Oberoi hotel yang masih berdekatan dengan makam Medana. Padahal dalam UU nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan, hal ini sudah jelas dilarang.

Dalam aturan sudah jelas tentang pelarangan menangkap ikan menggunakan bom, potasium, akar tuba, muaromi dan segala cara yang dapat merusak habitat ikan.

‘’Mereka yang pakai racun ada beberapa, pengakuannya mereka merupakan warga Desa Sokong, Teniga, dan Medana sendiri,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Medana, Jaswadi Subianto membenarkan kejadian ini. Pihaknya mengaku, meskipun masyarakat menangkap ikan menggunakan bahan yang dalam kategori dilarang, mereka tidak ditangkap dan hanya diberikan pembinaan saja.

‘’Memang disana sudah biasa ketika air surut warga datang mencari ikan. Meraka ada yang bawa tombak, jaring, sampai tuba itu. Ini sifatnya temporer,” katanya.

Dalam kasus ini pun pihak Pemprov NTB sudah turun tangan dan meninjau langsung. Lantaran ketidaktahuan dari warga, Desa dan pihak Pemprov pun memaklumi. Kendati kedepannya, akan dilakukan sosialisasi sampai pemasangan pamplet perihal aturan penangkapan ikan di perairan teluk Medana.

“Kami tidak melakukan upaya hukum karena murni masyarakat belum tahu, apalagi tidak semuanya menggunakan racun tersebut untuk menangkap ikan,” pungkasnya.(08)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.