Piye

Tiga Tahun, Kasus Hutan Sekaroh Belum Ada Tersangka

Suara Lombok.Com |Lombok Timur - Tiga tahun sudah penanganan kasus sertifikat hutan Sekaroh dilakukan pihak Kejaksaan Negeri Selong. Namun nyatanya, hingga saat ini belum ada penetapan tersangka dalam kasus tersebut, kendati sudah banyak  saksi yang dimintai keterangan guna mencukupi bukti-bukti yang dibutuhkan.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Selong, Iwan Gustiawan yang ditemui wartawan di kantornya mengakui hal itu. "Memang sampai tiga tahun penanganan kasus Sekaroh ini belum ada penetapan tersangka," ungkapnya.

Dijelaskannya, meski penanganan kasusnya sangat lama, bukan berarti harus sudah ada penetapan tersangkanya. Menurut dia, untuk penetapan tersangka hendaknya sudah ada dua alat bukti yang kuat. Tanpa itu, kata dia, pihak penyidik tidak bisa menetapkan seseorang sebagai tersangka.

Lanjutnya, pihaknya sangat berhati-hati dan tidak gegabah dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka, karena akan memiliki konsekwensi hukum kedepannya. "Kejaksaan berhati-hati sekali dalam penetapan tersangka tidak saja pada kasus Sekaroh melainkan kasus yang lainnya," terangnya.

Lebih jauh ditambahkan Iwan, sampai saat ini pihaknya telah memeriksa sebanyak 20 orang saksi. Beberapa saksi itu antara lain, mantan Bupati Lotim, H. Syahdan, Sekda Lotim, H.Rahman Farly, Camat Jerowaru dan Kades,mantan pejabat Lotim yang mengetahui persoalan ini.

Tak hanya pejabat dan mantan pejabat di Pemda Lotim, pihaknya juga memeriksa dari pihak Kementerian Kehutanan, Badan Pertanahan Nasional (BPN) maupun pihak lainnya yang memiliki keterkaitan dengan persoalan sertifikat Sekaroh yang diterbitkan BPN tersebut. "Penyidik juga masih akan melakukan pemanggilan saksi-saksi lagi kalau merasa masih dibutuhkan keterangannya sebelum pada satu kesimpulan nantinya untuk kemudian dilakukan gelar perkara," tambah Iwan Gustiawan. (RS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.