Piye

Tiga Kasus Korupsi Dihentikan, Ini Alasan Kejari Selong

Suara Lombok.Com Lombok Timur - Kejaksaan Negeri Selong menghentikan tiga kasus dugaan korupsi tahun 2016. Tiga kasus yang dihentikan itu antara lain kasus dugaan penyelewengan dana desa yang dilakukan Kepala Desa Lenek Lauk Pesiraman, kasus rehabilitasi gelanggang olahraga Seleparang Selong dan kasus proyek pembangunan SDN 7 Terara.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Selong, Iwan Gustiawan kepada SuaraLombok.Com di kantornya Kamis (5/1) mengakui bahwa pihaknya menghentikan tiga kasus korupsi yang awalnya ditangani Kejari Selong.

 "Memang tahun 2016 ini kami hentikan tiga kasus dugaan korupsi," akunya.

Dia menjelaskan, dihentikan tiga kasus tersebut bukan asal menghentikan. Menurut dia, penghentian kasus itu dilakukan karena kasus-kasus itu tidak memiliki bukti yang cukup untuk dilanjutkan. Meskipun satu diantaranya sudah masuk tahap penyidikan. 

Iwan pun dengan tegas mengatakan, bahwa penghentian kasus itu tidak mutlak berlaku. Lanjutnya, jika nantinya ditemukan bukti-bukti lagi terkait kasus itu, maka tetap akan diproses sesuai dengan aturan main yang ada. 

"Yang jelas meski kami hentikan bukan berarti prosesnya berhenti, melainkan tetap akan kami lanjutkan proses kalau ada bukti yang ditemukan," ujarnya mengklarifikasi. 

Dalam proses penghentian kasus itu, pihak Kejari Selong pun mengembalikan persoalan tersebut ke Pemkab Lotim, dengan saran agar kembali dilakukan audit terkait indikasi kerugian negara yang dimaksud. 

"Saya ambil contoh ada kasus yang sudah ditetapkan tersangka kemudian mengantung kasusnya, sehingga tentunya ini menyebabkan orang yang sudah ditetapkan tersangka kasus tidak jelas, maka inilah yang kami takutkan," jelasnya kemudian. (RS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.