Piye

Tiga Calon Kompak Tolak Hasil Pilkades Dasan Borok

SuaraLombok.Com Lombok Timur – Persoalan dan sengketa hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Dasan Borok Kabupaten Lombok Timur nampaknya masih belum berakhir. Sabtu (7/1), tiga calon Kades Dasan Borok yang kalah dalam Pilkades Desember 2016 lalu kompak turun aksi dan menolak hasil demokrasi tingkat desa tersebut. 

Ketiga calon Kades Dasan Borok yang telah dinyatakan kalah dalam Pilkades lalu antara lain, H. Haerul Latif, M. Nawawi, dan Rofii melakukan aksi demo di kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Lotim. Mereka sepakat menolak hasil Pilkades itu karena mensinyalir adanya dugaan kecurangan dalam pelaksanaannya. Selain itu, aksi penolakan hasil Pilkades itu juga dikarenakan adanya indikasi panitia Pilkades ganda yang membuat rancu pelaksanaan pesta demokrasi itu.

Tiga calon Kades Dasan Borok itu datang ke Kantor BPMPD dengan membawa puluhan masa. Aksi yang dilakukan pihak calon Kades yang kalah itu pun mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian sebagai antisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. 

"Warga datang ke Kantor BPMPD Lotim untuk menuntut keadilan terkait  pelaksanaan Pilkades di Dasan Borok yang diduga cacat demi hukum. Hal itu dikarenakan adanya ditemukan SK panitia Pilkades ganda," demikian disampaikan koordinator aksi Kafrawi dalam orasinya. 

Massa aksi menilai, sangat ironis rasanya bahwa dalam waktu yang sama dikeluarkan SK Pilkades. Parahnya lagi, Kades Dasan Borok sendiri tidak diberikan SK pergantian panitia Pilkades tersebut. Dalam tuntutannya, massa mendesak pihak BPMPD Lotim segera menindaklanjuti hasil temuan tersebut. Mereka mengaku khawatir, kalau hal tersebut dibiarkan akan segera menimbulkan gejolak ditengah-tengah masyarakat Dasan Borok.

Usai melakukan orasi, para pengunjuk rasa diterima pihak BPMPD Lotim dalam hal ini Kabid Pemberdayaan Masyarakat Desa, Haerul Amry yang juga Sekretaris Pilkades Kabupaten Lotim. Dia menegaskan, pihaknya akan segera menindaklanjuti tuntutan dari peserta aksi khususnya mengenai adanya indikasi SK ganda panitia Pilkades sebagaimana surat pengaduan yang dilayangkan.

Namun demikian, dia mengakui bahwa sebenarnya tidak ada SK panitia Pilkades yang ganda. Dia juga berjanji akan segera memanggil BPD, Panitia Pilkades Dasan Borok dan calon Kades yang menang untuk mengklarifikasi masalah ini agar menjadi jelas.

"Tidak ada SK ganda dalam masalah ini apalagi yang disampaikan oleh Camat Suragala sudah jelas," tegas Haerul Amry. 

Dalam kesempatan itu, Amry meminta agar para calon kades bisa menahan diri dan mengendalikan massanya untuk tidak melakukan tindakan yang akan membuat situasi menjadi tidak kondusif.

Sementara itu M. Nawawi, salah seorang Cakades Dasan Borok yang kalah meminta kepada BPMPD Lotim untuk segera menyikapi permasalahan ini secara arif dan bijak. Dia tidak menginginkan ada yang dirugikan dalam permasalahan ini. "Mari bersama-sama menengok ke belakang, khususnya soal pemekaran Desa di Suralaga dulu. Karena kalau tidak, tentunya kasus yang lama akan terulang lagi dan akan terjadi gejolak yang lebih besar," ujar Nawawi.

Dalam hearing tersebut pihak BPMPD Lotim akan segera melakukan pertemuan lanjutan dengan mengundang semua pihak didalamnya. Merasa cukup, massaaksi pun membubarkan diri dan mengancam akan datang dengan massa yang lebih besar kalau tuntutannya tak diakomodir pihak BPMPD Lotim. (RS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.