Piye

Tengkorak Manusia Ditemukan di Sembalun

SuaraLombok.Com | Lombok Timur - Warga Sembalun digegerkan dengan penemuan tengkorak dan tulang manusia serta uang bolong di Dusun Lendang Luar, Desa Sembalun, Lombok Timur. Tengkorak dan uang bolong itu ditemukan di lahan milik salah seorang warga atas nama Nasrullah yang saat itu sedang menggali pasir pada kedalaman dua meter, Rabu (11/1), sekitar pukul 11.30 wita.

Menurut warga, tengkorak dan tulang manusia termasuk uang bolong tersebut diperkirakan berumur ratusan tahun atau berasal dari zaman kerajaan. Atas penemuan itu, warga pun melaporkannya ke petugas arkeologi untuk melakukan penelitian terhadap tengkorak tersebut.

Salah seorang warga Sembalun, Jhoni menuturkan kalau penemuan tengkorak, tulang manusia dan uang bolong tersebut pertama kali terjadi pada Februari tahun 2016 lalu. Dimana saat itu salah seorang warga melakukan penggalian tanah perbukitan yang dijadikan lading buah-buahan. Saat kedalaman dua meter, pemilik lahan menemukan tengkorak dan tulang manusia serta uang bolong.

Bahkan saat ditemukan arah kuburannya tidak menghadap kiblat melainkan di taman tidak beraturan. "Dipercayai kalau itu adalah makam pada zaman kerajaan yang sudah berusia ratusan tahun, karena saat ditemukan tidak satu melainkan banyak tengkorak manusia yang dipercayai sebagai makam," kata Joni.

Lebih jauh dituturkan Jhoni, pemilik lahan mengamankan tengkorak manusia dan uang bolong tersebut dan menyerahkannya ke pihak kepolisian. Bahkan warga sudah bersurat ke pihak arkeologi mengenai masalah penemuan itu.
“Dari hasil penelitian yang dilakukan pihak arkeologi itu nantinya akan memastikan kalau yang ditemukan itu mengandung sejarah ataukah tidak," ujar Joni.

Sementara Kapolsek Sembalun, Iptu I Made Sutama saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya sudah menerima laporan mengenai adanya penemuan itu.
"Rencananya dari pihak arkeologi akan datang untuk melakukan penelitian terhadap penemuan tengkorak tersebut, sedangkan tengkorak yang ditemukan bersama uang bolong sudah diamankan," tandas Sutama. (RS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.