Piye

Targetkan 1 Juta Kunjungan Wisatawan, Disbudpar KLU Lakukan hal ini...

SuaraLombok.com | Lombok Utara - Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU)  targetkan angka kunjungan pada tahun  ini sebesar satu juta wisatawan. Wajar saja, mengingat KLU merupakan destinasi wisata dunia dan menjadi salah satu pintu masuk potensial untuk mendatangkan wisatawan di seluruh negara ke Provinsi NTB.

Kendati demikian, Pemkab Lombok Utara tidak hanya bermimpi dalam merealisasikan hal tersebut. Tetapi berbagai persiapan telah dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) KLU jauh-jauh hari. Salah satunya, yaitu dengan mempoles sejumlah destinasi wisata yang notabene berada di darat maupun tetap mempertahankan estimasi lama tinggal wisatawan di tiga gili.

‘’Sekarang kan sudah mulai pembenahan dibeberapa destinasi darat, kita juga mau menahan wisatawan ini agar lama tinggalnya. Maka dari itu akan dibangun Open Stage di Trawangan yang nantinya menyuguhkan atraksi seni dan budaya khas KLU,” ujar Plt Kepala Disbudpar KLU, Baiq Prita, Rabu (11/1).

Dijelaskannya, selain upaya pembenahan dan suguhan atraksi budaya serta seni, bentuk intervensi lain yakni dengan gencar melakukan promosi pariwisata di berbagai daerah. Dalam hal ini Disbudpar NTB siap mengakomodir, indikasi wacana tersebut diperkuat dengan akan diadakannya gren field yang dilaunching pada minggu ketiga bulan Januari hingga Februari yang bertempat di Solo Jawa tengah dan Denpasar Bali. Melalui acara itu diharapkan masyarakat dua daerah tersebut tertarik untuk datang ke NTB khususnya Lombok Utara.

‘’Banyak promosi yang dibantu provinsi. Karena destinasi wisata Lombok Utara kan lagi Booming. Sedangkan di daerah mungkin hanya promosi di even-event saja, karena anggaran untuk promosi hanya Rp 300 juta,” jelasnya.

Tidak hanya itu, langkah lain guna meningkatkan angka kunjungan wisatawan yaitu dengan turut serta melakukan pendataan terhadap wisatawan yang sejatinya datang berkunjung tanpa menginap. Pasalnya, selama ini pendataan yang dilakukan Disbudpar hanya menyasar wisatawan menginap saja. Sementara untuk wisatawan yang singgah justru diabaikan.  

‘’Banyak wisatawan yang datang tapi tidak menginap, dan ini bukan termasuk dalam pendataan. Makanya mulai 2017 ini kita juga akan data semua sehingga angka kunjungan meningkat drastis,” katanya.

Jika hal ini dapat terealisasi, pihaknya telah memprediksikan kaitan PAD yang bisa di raup oleh Pemkab khusus dari kunjungan wisatawan pertahun 2017 saja. Estimasinya bahkan mencapai Rp 1 miliar yang artinya terdapat kenaikan sekitar Rp 400 juta dibandingkan tahun 2016 yaitu sebesar Rp 600 juta. Hanya saja, dibutuhkan koordinasi apik untuk mewujudkan hal itu khususnya dengan sejumlah Pokdarwis maupun pengusaha, hingga pelaku pariwisata.

‘’Terwujudnya hal ini tidak lepas dari pelaku pariwisata juga, kita sekarang sudah gencar melakukan pembinaan terhadap Pokdarwis. Yang jelas kami optimis,” demikian Prita.

Untuk diketahui, dari target kunjungan wisatawan ke KLU pada tahun 2016 lalu tercatat sekitar 651.606 ribu wisatawan yang didominasi wisman asal Australia. Tetapi lantaran rekapan belum seluruhnya masuk dan pendataan ketika malam tahun baru masih berlangsung, angka ini bisa saja bertambah. Disbudpar sendiri pada tahun 2016 menargetkan angka kunjungan sebesar 750 ribu wisatawan. Bukan tidak mungkin jika pendataan telah final, maka target tersebut bisa tercapai.(bon).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.