Piye

Dinas Perindustrian Masih Petakan Keperluan Masyarakat Industri

SuaraLombok.com |  Mataram - Sentra kerajinan Emas di Kelurahan Karang Pule Kecamatan Sekarbela terlihat sepi. Hal ini telah berlangsung dalam beberapa bulan belakangan ini. Hal ini sangat berdampak pada perekonomian warga sekitar, khususnya perajin emas.

Menanggapi hal ini, Kadis Koperasi, Perindustrian dan UMKM Kota Mataram Yance Hendra Dira masih melakukan analisa lapangan. Hal ini dakukan untuk mengetahui minat dan kebutuhan masyarakat.

"Sejauh ini warga kita masih produksi dalam bentuk handmade," ujarnya, Selasa (10/1).

Ia menuturkan Mataram merupakan daerah tujuan wisata. Banyak turia berdatangan dari berbagai daerah maupun negara lain. Di sisi industri, handmade sangat diminati wisatawan mancanegara(wisman). Namun berbeda dengan wisatawan nusantara (Wisnu).

"Mereka kurang tertarik dengan handmade" sambungnya. 

Wisnu cenderung tertarik dengan hasil industri dengan mesin, bukan manual seperti handmade. Hal ini kemungkinan disebabkan hasil produksi yang lebih rapi dan indah.

"Kalau Wisnu sih tidak ada masalah. Mereka senang-senang saja dengan handmade," jelasnya.

Yance melanjutkan, hal ini yang menjadi atensi utamanya. Seiring dengan kemajuan teknologi, Mataram tak bisa hanya bertahan dengan handmade. Perindustrian dengan mesin juga perlu diberlakukan. Namun sejalan dengan handmade itu sendiri.

"Keduanya harus selaras," kata Yance.

Ia juga menambahkan, perindustrian Kota Mataram perlu berpikir maju. Tak hanya berbicara soal produksi, namun juga kualitas produk. Produk tersebut harus sehat dan ramah lingkungan.

"Dan saat ini yang sedang tenar itu bio industri. Yakni industri dari hasil pertanian dan ini berpeluang besar," pungkasnya.

Sementara itu, di tempat terpisah, Lurah Karang Pule H Taufiqurrahman mengatakan, hal ini juga jadi atensi utamanya tahun ini. Ia akan melakukan berbagai upaya untuk menghidupkan kembali sentra emas dan mutiara.

“Salah satunya saya akan pasang baliho besar di gapura itu,” akunya, beberapa waktu lalu.

Ia melanjutkan, sebagian besar warga bergantung hidup dari hal tersebut. Sejauh ini tercatat sebanyak 60 pengusaha emas dan mutiara golongan menengah ke bawah.

Sebab itu, pihak kelurahan juga akan segera berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait seperti Dinas Pariwisata. Bahkan juga dengan SKPD baru, yakni Dinas Koperasi, Perindustrian, dan UMKM.

“Kita akan segera berkoordinasi kesana,” sambungnya.

Hal tersebut dilakukan agar upaya pemasaran produk dapat diperluas lagi. Tidak hanya terfokus dalam daerah namun bisa tembus ke luar daerah bahkan mancanegara. Dengan begitu, usaha sentra emas dan mutiara dapat hidup kembali.
“masalah perekonomian memang harus diperhatikan tahun ini,” tandasnya. 

Yance juga mengatakan saat ini ia tak dapat berbuat banyak. Dirinya tengah fokus menganalisa permasalahan di lapangan. Hal ini mempermudahnya memetakan keperluan masyarakat. Apakah itu dari segi peralatan ataukah modal

"Meski begitu, kita akan segera komunikasikan dengan pihak lurah dan perajin" tandasnya. (MyO)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.