Piye

Stabilkan Harga, Begini Cara Disperdag NTB

SuaraLombok.com | Mataram - Dinas Perdagangan NTB menggelar “Pasar Murah” di depan halaman kantornya di Jalan Langko Mataram. Hal ini dilakukan sebagai upaya penstabilan harga dan stok barang di pasaran. Mengingat saat ini beberapa kebutuhan pokok mengalami lonjakan harga.

Digelarnya pasar murah ini juga sebagai upaya menyadarkan dan membantu masyarakat untuk stabilnya harga sembako. Khususnya yang berada di Kota Mataram dan disekitarnya. “Pasar ini hanya dibuka hari ini saja, dari pukul 08.00 sampai 11.30 Wita siang,” ungkapnya. Jumat (27/1).

Kendati hanya dibuka setengah hari, yakni mulai pukul 08.00 sampai 11.30 Wita siang ini.  Pasar murah ini mendapat sambutan positif dari warga sekitarnya. Sebab harga yang ditawarkan murah, malah lebih murah dari harga pasaran.Akibatnya, pasar ini diserbu warga yang membeli kebutuhan pokoknya.Pasar ini turut dihadiri 25 Distributor kebutuhan pokok, untuk memastikan sudah stabilnya harga semabako .“Harganya murah lebih murah dari harga pasar,”tuturnya.

Ia menjelaskan, beberapa kebutuhan pokok yang dijual sesuai harga distributor, tentu harganya tidak sama seperti di pasaran. Seperti telur dijual seharga Rp33.000  per tereinya, dibanding harga pasaran per terei Rp 35.000. Kemudian minyak goreng dijual dengan harga Rp21.500 per dua liter dari harga pasaranya Rp 28.500. Selanjutnya mie instan seharga Rp2.000 per bungkusnya dari harga Rp3.000 per bungkusnya di pasaran. Gula pasir seharga Rp 13.000 per kilonya dari harga Rp 18.000 per kilonya di pasaran, dan Cabai merah dari harga Rp 120.000 per kilonya di pasaran, dijual seharga Rp 90.000 per kilonya.

Selly menambahkan, “Pasar murah” ini akan dijadikan sebagai agenda bulanan Dinas Perdagangan NTB, yang akan digelar setiap bulannya sebagai upaya penstabil harga. “Tidak hanya itu, Pasar murah kali ini sebagai upaya penekanan Inflasi di NTB,” pungkasnya.

Dilokasi berbeda Suryani (29) salah seorang warga Mataram merasa terbantu dengan adanya pasar murah ini. Dia berharap pasar murah ini digelar setiap hari. Karena selain murah juga dekat dengan pemukiman warga. “Kalau bisa di operasikan setiap hari saja sebenarnya mas,” harapnya singkat. (10)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.