Piye

Soal Sengketa Pilkades, BPMPD Lotim Tutup Mulut

SuaraLombok.Com Lombok Timur – Sengketa dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak yang terjadi di tiga desa di Lombok Timur masih belum ada kejelasan. Pihak Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan (BPMPD) Kabupaten Lombok Timur tak berani berkomentar banyak mengenai persoalan tersebut. 

Padahal, masalah sengketa Pilkades yang diajukan calon kades kalah sedikit mencederai pelaksanaan Pilkades serentak di Lotim itu. Ke tiga desa yang saat ini masih bermasalah antara lain Desa Dasan Borok, Kecamatan Suralaga, Desa Batu Nampar, Kecamatan Jerowaru dan Tanjung Luar, Kecamatan Keruak.

Kepala Bidang Pemerintahan Desa BPMPD Lotim, Khaerul Amry yang ditemui SuaraLombok.com menolak berbicara banyak. " Untuk masalah sengketa Pilkades kami tidak berani komentar banyak," tegasnya. 

Khaerul Amry yang juga selaku Sekretaris Panitia Pilkades Kabupaten Lotim menjelaskan mengenai masalah sengketa Pilkades tersebut, tentunya menjadi kewenangan dari tim sengketa Pilkades yang diketuai Asisten III Setda Kabupaten Lotim Andika Istuwijaya.

" Untuk lebih jelasnya mengenai Pilkades silahkan langsung konfirmasi ke Ketua Tim sengketa Pilkades,karena ini bukan ranah BPMPD untuk memberikan keterangan atau penjelasan," ujarnya menyarankan. 

Terpisah Asisten III Setda Kabupaten Lotim, Andika Istuwijaya mengakui bahwa masalah sengketa Pilkades sampai sejauh ini belum final. Pasalnya, tim sengketa belum memutuskan hasilnya. Persoalannya, kata dia, satu calon kades dari Batu Nampar belum menghadirkan saksi lengkap. Dari empat saksi yang diminta, yang bersangkutan baru menghadirkan dua orang saksi. 

"InsyaAllah hari Rabu mendatang akan diputuskan hasil sengketa Pilkades, dengan tentunya akan dirapatkan terlebih dahulu nantinya," ujar Andika. 

Namun demikian, dia menegaskan, jika ada pihak-pihak yang tidak puas terhadap hasil Pilkades untuk menempuh jalur hukum. Nantinya yang digugat adalah SK Bupati, bukan tim sengketa Pilkades. (RS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.