Piye

Sentra Emas Semakin Sepi, Lurah Upayakan Untuk Promosi Lagi

SuaraLombok.com | Mataram- Sentra kerajinan Emas di Kelurahan Karang Pule Kecamatan Sekarbela terlihat sepi. Hal ini telah berlangsung dalam beberapa bulan belakangan ini. Hal tersebut semakin diperparah dengan turunnya harga emas.

Dampak ini sangat dirasakan oleh seluruh perajin emas. Akibat sepinya pembeli berpengaruh pada berkurangnya orderan pembuatan perhiasan emas. Seperti yang dialami Fauzan, 36 tahun. Ia mengeluhkan turunnya jumlah pembeli emas sejak beberapa lalu.

“Pembeli emas masih sepi,” ujarnya.

Sementara itu Lurah Karang Pule H Taufiqurrahman mengatakan, hal ini akan jadi atensi utamanya tahun ini. Ia akan melakukan berbagai upaya untuk menghidupkan kembali sentra emas dan mutiara.
“Salah satunya saya akan pasang baliho besar di gapura itu,” akunya, kemarin (6/1).

Ia melanjutkan, Kelurahan Karang Pule merupakan sentra pembuatan dan penjualan emas dan mutiara. Sebagian besar warga bergantung hidup dari hal tersebut. Sejauh ini tercatat sebanyak 60 pengusaha emas dan mutiara golongan menengah ke bawah.

Sebab itu, pihak kelurahan juga akan segera berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait seperti Dinas Pariwisata. Bahkan juga dengan SKPD baru, yakni Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM.

“Kita akan segera berkoordinasi kesana,” sambungnya.

Hal tersebut dilakukan agar upaya pemasaran produk dapat diperluas lagi. Tidak hanya terfokus dalam daerah namun bisa tembus ke luar daerah bahkan mancanegara. Dengan begitu, usaha sentra emas dan mutiara dapat hidup kembali.

“masalah perekonomian memang harus diperhatikan tahun ini,” tandasnya. (MyO)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.