Piye

Sekretaris dan Bendahara Lingkungan Tidak Perlu Digaji

SuaraLombok.com Mataram -  Lurah Ampenan Tengah, Hasbullah menghimbau seluruh kepala lingkungan tidak bingung  terkait dana hibah lingkungan 50 juta. Terutama terkait honor untuk bendahara maupun sekretaris lingkungan. Sebab keduanya tak harus diberikan honor.

“Memang tidak harus ada honornya,” ujarnya, Rabu  (4/1).

Dalam dana hibah tersebut telah tercantum masing-masing jenis item yang diatur. Diantaranya honor kepala lingkungan, linmas dan petugas kebersihan. Honor bendahara dan sekretaris lingkungan tidak termasuk didalamnya.

“Jadi seharusnya dia tidak perlu takut,” sambungnya.

Ia menuturkan, keberadaan bendahara dan sekretaris mirip dengan Ketuar RT.  Jadi, ketiganya juga tidak digaji. Sebab mereka merupakan bagian dari  struktur lingkungan yang telah diatur dalam Perda dan Perwal.

Namun yang harus ditekankan nantinya, yakni sosialisasi pada keduanya. Kepala lingkungan harus menjelaskan jika honor bagi mereka belum diatur untuk tahun ini. Kemungkinan setelah melihat perkembangan dana tersebut, tahun berikutnya honor untuk keduanya bisa dimasukkan dalam item.

“Sebab tahun berikutnya lingkungan tak lagi harus membeli kendaraan sampah,” pungkasnya.

Ia melanjutkan, saat ini merupakan pemberian dana hibah secara perdana. Ia yakin, selanjutnya akan ada peninjauan kembali oleh Pemerintah Kota Mataram. Semua akan disesuaikan dengan kebutuhan. Tahun ini masih fokus pada peralatan, honor operasional dan pembagian karung.

“tahun depan mungkin mereka bakal digaji juga,” kata Hasbullah

Untuk tahun ini, ia meminta bendahara maupun sekretaris lingkungan untuk bersabar. Menjalani tugas dan kewajiban masing-masing sesuai Perda dan Perwal. Masalah honor, ia yakin pasti juga akan diperhatikan Pemkot Mataram.

“Saat ini mereka tidak perlu digaji,. Sama seperti Ketua RT,” tandasnya. (MyO)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.