Piye

Sekda Enggan Bicara Terkait Pegawai Bodong

Sekda Enggan Bicara Terkait Pegawai Bodong
SuaraLombok.Com | Lombok Tengah - Mencuatnya isu jual beli SK pegawai di lingkup Pemkab Loteng ditanggapi dingin Sekda Loteng, HM. Nursiah. 

Meski isu ini sudah ditelusuri oleh Ombudsman RI perwakilan NTB, namun Sekda lagi-lagi enggan menanggapi lebih dalam.

Nursiah malah mengatakan bahwa pihaknya tidak akan ikut campur dengan tugas Ombudsman.

"Silakan mereka laksanakan tugasnya, kami akan tetap dukung," ucapnya.

Ditanya tentang pernyataan pihak Ombudsman yang sudah mengkonfirmasi masalah ini kepadanya secara langsung, Nursiah membantahnya. 

Ia memastikan belum ada konfirmasi apapun kepadanya terkait hal ini dari Ombudsman. "Tidak ada, apalagi kalau saya katakan data mereka sudah valid," tegasnya.

Hanya saja, ia memastikan pihaknya akan menindak tegas pegawai yang kedapatan merekrut tenaga dengan cara yang diisukan ini. Sebab, hal itu sudah termasuk pelanggaran.

"Kalau ada, kita akan tindak tegas nanti ya," janjinya.

Sebelumnya, beredar di sejumlah media massa, jika Ombudsman RI perwakilan NTB mencium adanya praktik pungli dengan modus perekrutan tenaga kerja di sejumlah instansi di Loteng.

Bahkan, Ombudsman sudah mengklaim memiliki data valid tentang hal ini dan tinggal berkoordinasi dengan saber pungli NTB dan Loteng.

Jumlah korban pungutan ini sendiri menurut Ombudsman mencapai ratusan orang. Sementara jumlah uang yang diserahkan beragam kepada salah satu pegawai dengan jabatan Kepala Bidang di salah satu instansi. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.