Piye

Sedot Dana Fantastis, Aksi Limbad Menuai Polemik

SuaraLombok.Com | Lombok Tengah—Kehadiran Master Limbad dan beberapa artis terkenal di Kabupaten Lombok Tengah pada malam pergantian tahun baru menuai polemik.

Alih-alih mendapat apresiasi, kalangan anggota DPRD Loteng menyoal dana yang digunakan Pemkab Loteng, Eevent Organizer (EO) dan beberapa pihak untuk mendatangkan artis ini.

Menindak lanjuti hal ini, Ketua Komisi I DPRD Loteng, M. Samsul Qomar berencana memanggil sejumlah pihak. Tujuannya adalah untuk menjelaskan kepada masyarakat melalui anggota dewan tentang dana yang digunakan untuk mendatangkan para artis. “Komisi I agendakan akan panggil pemerintah, EO, ITDC dan lainnya,” ujarnya.

Qomar mengatakan, pihaknya akan menyoal tentang informasi bahwa Pemkab sendiri mengeluarkan dana sekitar Rp. 1,3 Miliar untuk kedatangan artis papan atas ini. Sebab, lanjut dia, selama ini justru anggaran pesta pora seperti yang dilakukan di Loteng tidak ada dalam klausul aliran dana. 

Apalagi, katanya menginformasikan, Mendagri sempat bercuit melalui akun twiternya dengan himbauan agar pemerintah daerah tidak melaksanakan pesta menyambut tahun baru. 

“Ya harus disoal dong, dana itu tidak sedikit, apalagi masih banyak progres Pemkab yang belum tuntas, ya Dam Mujur lah, kantor bupati baru, pokoknya masih banyak,” sambungnya.

Berbicara tentang kemungkinan dana berasal dari Sponsorship EO yaitu ITDC, Qomar malah semakin nyengir. Ia justru melabrak pihak ITDC jika kemungkinan itu terjadi. 

Dikatakannya, jika memang dana berasal dari pihak ITDC memang sah-sah saja. Tetapi yang akan menjadi pertanyaan penting adalah untuk apa.

Padahal, program ITDC sendiri masih sangat banyak yang belum diselesaikan untuk pembangunan KEK Mandalika Resort, sementara untuk mendatangkan artis justru lebih diutamakan. “Itu juga sih nanti kita soal, masa persoalan datangkan artis ada dipakai,” tukasnya. (ray)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.