Piye

Pupuk Langka Wabup Lotim Lapor Ke Gubernur

Pupuk Langka Wabup Lotim Lapor Ke Gubernur
SuaraLombok.Com l Lombok Timur - Wakil Bupati Lombok Timur  H. Haerul Warisin melapor ke Gubernur NTB K.H.M. Zainul Majdi mengenai terjadinya kelangkaan pupuk di pulau Lombok khususnya di Kabupaten Lombok Timur. Hal tersebut diduga karena terlambatnya distribusi akibat pihak pelabuhan Lembar belum mengijinkan kapal pengangkut pupuk untuk melakukan bongkar muat.

"Saya langsung melapor ke Gubernur begitu pihak pelabuhan melarang kapal pengangkut pupuk untuk melakukan bongkar muat," kata Haerul Warisin kepada Suara Lombok di ruang kerjanya selasa (31/01).

Menurutnya alasan pihak pelabuhan Lembar melarang kapal pengangkut pupuk bersubsidi melakukan bongkar karena tidak kapasitas pelabuhan yang minim untuk dilakukan bongkar muat bagi kapal berkapasitas besar  dengan angkutan pupuk diatas 4200-6000 ton. Pihak pelabuhan sendiri hanya mengijinkan kapal berkapasitas angkutannya dibawah 2400 ton untuk melakukan bongkar muat.

Aturan tersebut menyebabkan kapal yang telah tiba di Lombok harus kembali dulu untuk mengurangi beban angkutan dan baru diperbolehkan untuk bongkar muat. Proses tersebut  menimbulkan masalah baru karena membutuhkan waktu yang cukup lama, sementara petani membutuhkan pupuk untuk tanaman seiring masuknya musim penghujan sekarang ini.

"Pupuk yang melakukan bongkar di Pelabuhan Lembar berasal dari Kalimantan dan Pulau Jawa," ujar Wakil Bupati Lotim seraya meminta kepada Gubernur untuk mengambil sikap terhadap pelarangan bongkar muat pupuk diatas 4200 ton itu, karena tentunya akan merugikan pengusaha dan petani akan menggunakan pupuk tersebut.

Lebih lanjut Haerul Warisin yang juga pengusaha pupuk ini menjelaskan yang perlu di ketahui oleh masyarakat di NTB kalau penggunaan paling besar pupuk berada di wilayah Pulau Lombok dengan prosentase sebesar 70 persen. Sedangkan sisanya yang 30 persen ada di Pulau Sumbawa.

"Mudah-mudahan ada jalan keluarnya masalah bongkar muat pupuk yang dibatasi oleh pihak pelabuhan Lembar setelah Gubernur mendapatkan laporan” pungkasnya. (06)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.