Piye

Peternak Minta Kandang Kolektif, Ini Alasannya

Peternak Minta Kandang Kolektif, Ini Alasannya
SuaraLombok.com | Lombok Utara - Para peternak di Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara minta dibuatkan kandang kolektif sendiri. Sebab selama ini mereka masih menggunakan lahan pribadi yang rawan akan pencurian. Selain itu, mereka khawatir lahan akan habis diakusisi investor. 

‘’Karena masyarakat yang beternak memanfaatkan lahan perkarangan rumahnya menggunakan kandang ternaknya, sehingga ini sangat mengganggu kondisi masyarakat lain,” ujar Kepala Desa Jenggala, Syamsul Rizal, Selasa (17/1).

Pihak Desa pun pernah  mengimbau masyarakat supaya menaruh hewan ternak di kebun-kebun pada siang hari. Pada malam harinya dimasukkan ke kandang pribadi. Namun, masyarakat yang melakukan hanya sebagian sebab terkendala lahan tempat menaruhnya. 

‘’Jadi permukiman warga dengan hewan ternak satu tempat, agak repot memang,” katanya.

Dijelaskan, selama ini antusias warga untuk memiliki kandang kolektif sangat tinggi. Hanya saja, waktu itu lantaran terkendala lahan. Anggaran yang sudah disiapkan pun tidak dapat dicairkan.

‘’Kalau pun mau menyewa lahan warga lain, siapa yang mau disewa. Dan kami di desa tidak memiliki tanah aset, kalau pun mengadakan tentu tidak bisa,” jelasnya.

Adapun jumlah hewan ternak sesuai data sensus di Jenggala tercatat sebanyak 864 sapi yang berusia diatas setahun. Dengan keberadaan lingkungan seperti ini, menurutnya, sangat rentan menimbulkan penyakit. Karena, kebersihan lingkungan tidak terjaga walaupun pemilik tetap membersihkannya.

‘’Ternak cukup banyak tetapi kami kewalahan untuk mengatasinya umumnya persoalan kandang ini. Maka dari itu kita harap ada solusi dari Pemerintah,” tandasnya.(08). 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.