Piye

Pekerja di Gili Trawangan Harus Punya Kartu Ini

Pekerja di Gili Trawangan Harus Punya Kartu Ini
SuaraLombok.com | Lombok Utara - Maraknya Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal masuk ke Provinsi NTB, menimbulkan keresahan bagi sejumlah masyarakat khususnya pekerja dalam negeri.  Sebagai antisipasi,  di Gili Trawangan pihak Dusun setempat telah menerbitkan kartu pekerja.

Kepala Dusun Gili Trawangan, H Lukman mengatakan, semua pekerja diwajibkan memiliki kartu yang dikeluarkan pihak Desa Gili Indah. Langkah tersebut dianggap cukup efektif guna mengantisipasi pekerja yang tidak di inginkan.

"Kita sudah mulai bahkan beberapa pekerja telah dibagikan,” ujarnya, Minggu (22/1).

Dijelaskan, terdapat sekitar 4 ribu kartu yang telah disebar. Pemberian kartu ini tidak meliputi pekerja lokal saja, melainkan juga pada tenaga kerja asing yang bekerja di Gili Trawangan. Selain itu, ini juga berlaku kaitannya mengawasi tenaga kerja lepas.

"Untuk memudahkan koordinasi dan pengawasan kepada TKA dan juga yang freelance maka kartu ini kita terbitkan,” jelasnya.

"Yang freelance ini kadang tidak ada penanggung jawabnya. Sehingga kalau ada kejadian yang tak diinginkan maka sulit juga mengawasi,” imbuhnya.

Bagi para pekerja yang belum memiliki kartu diharapkan segera menghubungi pihak Dusun setempat. Ia pun mengharapkan seluruh pekerja di Trawangan wajib memiliki kartu tersebut sebagai upaya koorporatif guna mengantisipasi maraknya peredaran pekerja illegal, baik asing maupun lokal.

"Lapor saja ke dusun, nanti kami siap tindak lanjuti,” tegasnya.

Terkait keberadaan TKA illegal maupun pekerja lokal tidak jelas, pihaknya hingga saat ini belum ada. Sebab menurutnya, setiap pengurusan izin kerja bagi tenaga kerja asing, pihaknya selalu meminta dokumen-dokumen bahwa mereka masuk ke Indonesia dan beraktifitas sesuai dokumen terlampir.

"Belum ada sampai sekarang. Saat ini di Gili Trawangan saja, ada sekitar 400 tempat usaha yang mempekerjakan karyawan. Terdiri dari homestay, penginapan, restoran, kursus diving, dan lainnya,” pungkasnya.(08).  

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.