Piye

Parah, Oknum Kades di Lotim Diduga Lakukan Pungli

SuaraLombok.Com | Lombok Timur – Penyaluran paket sandang pangan ke masyarakat di Kabupaten Lombok Timur diduga ditunggangi oknum Kepala Desa. Oknum Kades tersebut diduga melakukan pungutan uang penyaluran bantuan dengan dalih biaya pengangkutan. 

Asisten II Setda Kabupaten Lotim, Nuso Pranoto kepada SuaraLombok.Com di Selong mengatakan, tidak ada istilah biaya angkutan dalam hal penyaluran bantuan paket sandang pangan tersebut. " Kalau ada oknum Kades yang melakukan pungutan kepada penerima paket sandang pangan dengan alasan biaya pengangkutan, itu sudah termasuk pungli," tegasnya. 

Dia menjelaskan, apapun alasannya tidak diperbolehkan baik itu Camat, Kades maupun Kadus untuk melakukan pungutan diluar ketentuan yang ada. Karena semua biaya pengangkutan itu sudah ditanggung pemerintah daerah. Pasalnya, masyarakat penerima bantuan tersebutmerupakan masyarakat yang kurang mampu. ”Ini meresahkan masyarakat, Masa masyarakat sudah tidak mampu terus dilakukan pungutan ini keterlaluan namanya," kritik pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Hubkominfo Lotim tersebut. 

Pun terkait adanya dugaan pungli itu, dia pun menyarankan agar pihak yang dirugikan untuk sesegera mungkin melaporkan ulah oknum kades atau siapa saja ke tim saber pungli. “Kalau ada temuan, silahkan laporan. Terlebih jika buktinya sudah ada untuk masuk dalam pungutan liar,” sarannya.

Tak hanya itu, Nuso juga mendapat informasi bahwa bantuan paket yang diberikan ke masyarakat digelapkan. Dalam hal ini, oknum tertentu membagi satu paket menjadi tiga bagian. Kendati sudah ada kesepakatan untuk dilakukan pemecahan, sesuai aturan hal itu tidak boleh dilakukan. " Yang berhak membagi itu adalah orang yang menerima paket sandang pangan itu, bukan Kades. Meski alasan pemerataan akan tapi tetap salah," tandasnya kemudian. (SR)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.