Piye

Nyongkolan Masih Kerap Timbulkan Masalah Keamanan

SuaraLombok.com Mataram- Kelurahan Jempong masih relatif rawan gangguan keamanandan kenyamanan. Hal ini diakui Lurah Jempong Baru, Moh Yusuf. Wilayahnya masih rawan gangguan keamanan, terutama terkait kegiatan Nyongkolan dan sejenisnya.

“Disini memang relatif rawan,” akunya, Jumat (6/1)

Ia menuturkan, Jempong Baru terletak di perbatasan antara Mataram dan Lombok Barat. Sehingga tradisi dan kebudayaannya pun masih sangat kental. Setiap ada aca perkawinan selalu disertai dengan kegiatan Nyongkolan.

Warga yang menikah biasanya menggunakan jalur Lingkar Selatan. Mulai dari Mapak Indah menuju bundaran hingga arah selatan. Jalur inilah yang masih dianggap rawan.

Sebagai antisipasi, lanjut Yusuf, ia selalu menghimbau warga untuk membuat laporan terlebih dahulu. Warga diminta membuat laporan pada pihak berwajib sekitar dua atau tiga hari sebelum kegiatan.

“Mereka mohon penjagaan agar kondusif,” sambungnya.

Ia tidak memungkiri jika kegiatan Nyongkolan, joget, dan sejenisnya kerap menimbulkan masalah. Namun dengan adanya pengawalan, insiden dapat diminimalisir. Pengawalan sendiri dilakukan oleh anggota Babhinkamtibmas dan Babinsa Kelurahan Jempong Baru.

“Tidak mungkin kita melarang sebab sudah tradisi,” pungkasnya.

Yusuf melanjutkan, untuk meminimalisir tingkat kerawanan Kelurahan Jempong Baru dibantu oleh Satpol PP Kota Mataram. Satpol PP menurunkan petugasnya untuk Linmas. Ia berharap setiap lingkungan memiliki Linmas masing-masing tahun ini.

Keberadaaan Linmas ini diyakini Yusuf dapat membantu pengawalan keamananan. Khususnya juga untuk menghidupkan keamanan lingkungan melalui kegiatan Siskamling.

Selama ini juga diakui telah terjadi beberapa kasus gangguan keamanan di lingkungan. Namun hal tersebut tidak mencuat hingga ke permukaan. Sebab semua telah ditangani oleh Linmas dan masyarakat.

“Hal ini yang tetap kita terus antisipasi, dan alhamdulillah belum ada insiden lagi,” tandasnya. (MyO)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.