Piye

NTB Terpilih Jadi Pilot Project Vaksin Baru

SuaraLombok.com | Mataram - NTB terpilih sebagai tempat percobaan untuk penelitian vaksin baru, yakni vaksin pnemoukokus Konjugasi. Hal ini, karena angka kematian bayi yang paling tinggi di Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan  NTB Dr Nurhandini Eka Dewi menuturkan, rata-rata bayi di NTB merupakan carriers atau pembawa kuman dihidung mereka.

“Jadi ketika mereka sakit sedikit langsung menyerang dalam tubuh mereka,” ujarnya, Senin (30/1).

Penelitian vaksin ini sebenarnya telah berlangsung sejak awal 2000 silam di Indonesia. Sebab angka kematian bayi dan balita merupakan tertinggi se Asia Tenggara. Sementara NTB memiliki angka kematian bayi dan balita tertinggi di Indonesia.

“Ini yang jadi pertanyaan, kok pulau sekecil ini tapi justru memiliki angka kematian bayi tertinggi di  Indonesia,” jelasnya.

Akhirnya penelitian menemukan jika penyebab tingginya angka kematian tersebut berasal dari penyakit pneumonia. Salah satu penelitian juga menemukan jika sejak 2000 hingga akhir 2016 lalu, 50 persen bayi dan balita di NTB merupakan pembawa kuman dihidung, atau yang dikenal dengan kuman Pnemoukokus.

Para peneliti pun menemukan vaksin untuk mengantisipasi kuman tersebut. namun saat ini vaksin tersebut belum berstatus vaksin nasional.

“Nah agar bisa digunakan merata dan menjadi vaksin nasional maka perlu dilakukan percobaan di satu daerah. Dan NTB terpilih untuk itu,” tutupnya. (10)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.