Piye

Ngiri, Sekolah Swasta Merasa Kurang Diperhatikan

Ngiri, Sekolah Swasta Merasa Kurang Diperhatikan
SuaraLombok.Com | Lombok Barat - Ketimpangan atau perbedaan perlakuan dirasakan oleh sekolah-sekolah swasta di NTB khususnya di Kabupaten Lobar. Hal itu mencuat saat digelarnya dialog terbuka antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB bersama jajaran sekolah baik negeri maupun swasta di SMAN 1 Gerung. 

Kepala Seksi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Dinas Dikbud NTB H. Surya Bahari dalam acara itu menjelaskan, sebagai awal perumusan program kebijakan, sekolah swasta dapat memaparkan tentang persoalan yang selama ini dialami. Semestinya, kata dia, ada beberapa hal menjadi perhatian dari jajaran sekolah seperti persoalan kurikulum, kekurangan guru, sarana dan prasarana serta tentang kegiatan sekolah yang berhubungan langsung dengan masyarakat. 

Saat diberi kesempatan untuk menyampaikan saran dan tanya jawab, salah seorang perwakilan dari sekolah swasta menyampaikan bahwa, di tahun 2016 lalu, realisasi pembayaran bea siswa miskin Daerah (BSM) sekolah swasta tingkat SMA dan SMK swasta hingga sejauh belum dibayar. Menurutnya, sekolah yang dicarikan BSM daerahnya hanya pada tingkat SD, SMP dan Tsanawyah. “Apa yang menjadi kendalanya,” Tanya perwakilan sekolah swasta itu heran.

Sementara itu, Kepala SMA NW Narmada H. Mahmud juga mengeluhkan adanya perbedaan perlakuan dan perhatian pemerintah terhadap sekolah swasta dengan negeri. Salah satunya adalah penempatan guru yang berstatus PNS. Joka dulu diperbolehkan, kini justru sudah tidak ada lagi. ' Kami selaku sekolah swasta sangat berharap kehadiran guru PNS, '' pintanya.

Tak hanya itu, H. Mahmud juga mempertanyakan soal sertifikasi guru. Dia memprotes terkait pencairan sertifikasi seharusnya cair sebanyak tiga kali setiap tahunnya. Namun nyatanya, hanya cair dua bulan. “Lalu kemana yang satu kali itu,” tanyanya lagi. (07)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.