Piye

Nah, Kapal Keruk di Dermaga Labuhan Haji Mangkrak ?

SuaraLombok.Com l  Lombok Timur – Rencana pengerukan kolam labuh dermaga Labuhan Haji sampai saat ini masih belum terealisasi. Padahal, kapal keruk sudah disiapkan dilokasi tersebut. Namun nyatanya, hingga kini kapal keruk tersebut masih mangkrak atau tak beraktivitas sama sekali.

Berdasarkan infornasi yang dihimpun SuaraLombok.com, kapal keruk tersebut seharusnya sudah beraktivitas. Pasalnya, PT Gunakarya Nusantara selaku perusahaan pemenang tender seharusnya sudah memulai melakukan pekerjaanya, namun nyatanya sampai saat ini belum juga dilakukan.

Jika dilihat dari anggaran, pengerukan kolam labuh di Dermaga Labuhan Haji tersebut masuk dalam anggaran tahun 2016 lalu dengan nilai yang mencapai puluhan miliar rupiah.

"Memang sampai saat ini belum ada kegiatan pengerukan yang dilakukan kontraktor pemenang tender tersebut," demikian disampaikan Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Labuhan Haji, Hasbullah di ruang kerjanya, Rabu (4/1).

Hasbullah menambahkan, belum dilakukannya aktivitas pengerukan terhadap kolam labuh itu dikarenakan pipanya yang belum datang. Pun terkait itu, dia menegaskan bahwa pihaknya tak ingin ikut campur, karena itu kewenangan Dinas PU dan PPK yang menanganinya.

"Saya tidak mau ikut terlalu jauh dalam persoalan ini," tambahnya.

Sebelumnya Bupati Lotim, H.M.Ali BD sempat murka karena lambatnya Dinas PU Lotim dan kontraktor dalam mengerjakan proyek pengerukan dermaga Labuhan Haji tersebut. Padahal, kontrak kerjasama sudah ditandatangani.

"Kalau belum bekerja maka saya tidak akan memberikan uang sepeser pun kepada kontraktor yang mengerjakan proyek itu. Ini tidak beres," tegasnya.

Hal senada disampaikan Plt Kepala Dinas PU Lotim, Sateriadi. Menurut dia, yang menjadi persoalan sampai saat ini adalah alat-alat berupa pipa yang belum datang dan informasinya masih dalam perjalanan.

" Kalau sudah datang alat-alatnya maka tentunya pengerukan akan mulai dilakukan. Inilah yang ditunggu-tunggu kontraktor pemenang tender tersebut," pungkasnya kemudian. (RS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.