Piye

Mutasi Molor Lagi, Pelayanan SKPD Lumpuh Total

SuaraLombok.Com | Lombok Tengah—Rencana mutasi di lingkup Pemkab Loteng kembali molor. Mutasi untuk 824 pejabat itu tak jadi dilaksanakan pada Senin (30/1) ini.

Hal ini membuat anggota DPRD Loteng kembali angkat suara. Ketua Komisi I DPRD Loteng, M Samsul Qomar mengatakan, gara-gara mutasi ini diulur kembali, pelayanan publik di masing-masing SKPD lumpuh total.

“Iya dong, apa yang mau mereka kerjakan, mereka semua demisioner,” tegasnya.

Lebih tegas lagi, ia meminta agar Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dan Bupati Loteng bertanggung jawab terhadap persoalan ini.Sebab, tarik ulur mutasi ini membuat  publik menjadi bingung, dan pelayanan terhadap mereka menjadi terganggu.

“Yang ada hanya jawaban dalam waktu dekat ini, kok tidak berani memastikan, gimana sih,” geramnya.

Terpisah, Sekda Loteng, HM Nursiah yang dikonfirmasi awak media kembali tidak mau angkat bicara soal kepastian mutasi ini. Nursiah hanya mengatakan akan mengupayakan dalam waktu dekat seperti jawaban yang selama ini ia berikan.

Tetapi saat ditanya terkait tudingan yang mengatakan bahwa gara-gara mutasi ini pelayanan publik di SKPD terganggu, Nursiah membantahnya.

Ia memastikan jika hal itu tidak benar. Sebab, di masing-masing SKPD sudah ada Pejabat Pelaksana Tugas (Plt).

“Siapa bilang terganggu, tetap normal kok,” kilahnya.

Ia memastikan, semua pejabat eselon III dan IV yang masih bertengger di masing-masing SKPD justru saat ini sedang sibuk-sibuknya bekerja.

Termasuk juga mengenai rencana kerja untuk tahun 2017 dan evaluasi kerja untuk tahun 2016. “Ini kan awal tahun, jadi masih sangat sibuk sebenarnya, kelihatannya saja yang santai. Dan saya pastikan tidak ada pelayanan publik yang terganggu ya,” tandasnya. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.