Piye

Musibah di Malimbu, Bupati KLU Turut Berbela Sungkawa

SuaraLombok | Lombok Utara – Kecelakaan sebuah bus pariwisata di kawasan Malimbu, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara mendapat respon langsung dari Bupati KLU, Najmul Akhyar. Sekitar pukul 19.30 wita ia bersama Kapolres KLU, AKBP Rifai menjenguk para korban selamat di RS Bhayangkara, Kota Mataram.

‘’Pertama-tama saya atas nama pemerintah dan masyarakat KLU menyampaikan rawa prihatin dan bela sungkawa atas kejadian ini. Musibah memang tidak bisa diduga-duga,” ujarnya usai membesuk para korban selamat.

Menurutnya, apa yang terjadi kali ini hendaknya dapat dijadikan sebuah pelajar bagi kalangan travel agent. Karena bisa saja penyebab tergulingnya bus warna hijau bernomor polisi L 7018 LL akibat kelalaian atau bahkan kondisi bus yang tidak layak. Namun, ia sudah meminta Polres KLU untuk mengusut tuntas kecelakaan tunggal ini.

‘’Saya berharap hendaknya ini bisa dijadikan pelajaran bagi kawan-kawan travel agent. Kita belum tahu apakah bus ini layak jalan atau tidak. Nanti Polres akan menangani, kalau tidak layak tentu ada kelalaian,” jelasnya. 

Namun disatu sisi pihaknya justru lega lantaran para korban selamat dipastikan mendapat perawatan medis secara maksimal. Ini dianggapnya sebagai dukungan moril kepada para korban, terlebih lagi ketika kejadian banyak masyarakat KLU maupun aparat yang sigap dan tanggap membantu korban.

‘’Saya bersyukur karena mereka bisa dirawat dengan layak, secara umum mereka juga mengaku berterimakasih pada warga KLU karena sudah antusiasi membantu. Ada rasa gotong royong yang didasari empati disana,” katanya.

‘’Kedatangan kami untuk memberi dukungan moril, kami sigap disini apa yang jadi keluhan mereka kita tampung. Semua pihak siaga ini juga ada Dispenda Provinsi yang piket menjaga disini,” tandasnya.

Diketahui, kurang lebih 15 penumpang mengalami luka berat dan ringan atas insiden tersebut. Sementara 2 orang lainnya bernama Zazat Jatmika dan Wawan Hermawan dinyatakan meninggal dunia. Saat ini, seluruh korban selamat masih dalam perawatan medis yang terbagi di tiga lokasi yaitu 13 orang di RS Bhayangkara, 2 orang di RSUP Provinsi NTB, dan 1 orang berada di RS Kota Mataram.(08)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.