Piye

Miris, Warga Terpaksa Masih Gunakan Lapangan Sebagai TPS

SuaraLombok.com | Mataram- Bagian dari lapangan umum Kelurahan Selagalas masih harus rela dijadikan sebagai Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah warga. Pasalnya, warga tidak memiliki lahan lain yang akan digunakan sebagai TPS ganti.

“Untung ada lahan warga disitu, jadinya ada tempat untuk buang,” ujar H Tamaji F, Lurah Selagalas, Selasa (31/1).

Ia menuturkan, pihak kelurahan pernah berencana memindahkan TPS ke Pasar Ternak Selagalas. Sebab menurutnya lokasi tersebut terlihat kumuh dan cocok untuk dijadikan TPS. Hanya saja, Pemerintah Provinsi NTB melarang hal tersebut.

“Disana kan kumuh, biar sekalian lah,” tegasnya.

Namun dikarenakan larangan itu, pihak kelurahan akhirnya tidak memiliki opsi lain. Bagian dari lapangan umum selagalas tersebut terpaksa dibiarkan menjadi TPS.

Ia mengakui jika memiliki TPS di lapangan tersebut sangat tidak sesuai. Terlebih lagi dengan adanya rencana lapangan menjadi sirkuit nasional. Tentu hal ini membuat pemandangan sirkuit menjadi tidak menarik dan mengganggu.

“Tapi mau gimana lagi, untung saja ada lahan warga disitu,” sambungnya.

Meski begitu, Tamaji berharap penanganan sampah lebih baik dari sebelumnya. Terutama terkait intensitas pengangkutan sampah. ia ingin dinas terkait memberikan atensi dalam hal ini.

“lebih rutinlah dari sebelum-sebelumnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Agus Sobri warga setempat mengatakan, Selagalas hanya memiliki satu TPS. Yakni TPS yang ada didekat pintu masuk lapangan. TPS itu telah berada ditempat tersebut sejak lama.

“Jadi banyak warga yang membuang sampahnya disini karena tidak ada lagi TPS,” kata Agus Sobri.

Kalau sampah sudah menumpuk bisa berserakan sampai ke samping lapangan. Hal ini tentu mengganggu pemandangan, terutama bagi yang tengah menggunakan lapangan tersebut.

“Kalau sampah sudah berserakan bisa membuat pemandangan di sekitar lapangan tidak enak,” tutupnya. (10)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.