Piye

Miris, Sudah 4 Tahun Siswa Belajar di Teras

SuaraLombok.com | Lombok Barat – Ditengah gencarnya peningkatan mutu pendidikan, hal miris justru terjadi di SDN 1 Kediri Lombok Barat. Siswa yang terpaksa mengenyam pendidikan dengan cara kurang layak.

Minimnya akses ruang belajar, terpaksa lima rombongan belajar terdiri dari kelas 3 dan 4 dipisahkan. Parahnya lagi, siswa harus rela belajar di teras sekolah selama empat tahun.

Kondisi ini sudah berlangsung cukup lama. Berbagai usaha pihak sekolah untuk bisa mendapat bantuan rehabilitas dari Dinas Pendidikan, hingga kini belum juga membuahkan hasil. Tak pelak, mereka harus menerima keadaan meski imbasnya materi pelajaran akan lebih sulit diserap para siswa.

'' saya tak tega melihat proses belajar di teras sekolah, anak anak merasa tidak nyaman dan sangat terganggu,'' keluh Hj Mahnun S Pd, Kepala SDN 1 Kediri.

Ia menuturkan, meski orang baru disini, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi internal sekolah untuk membahas solusi terhadap anak anak, dengan meminjam gedung sekolah TK yang ada di samping mereka dengan masuk disiang hari untuk sementara.

'' hasil rapat kami tidak bisa disimpulkan karena guru guru banyak yang dari luar Kediri. selain itu proses belajar disiang hari  sekelas SD tidak baik karena kepanasan,'' ungkapnya.

Sementara Hj Rusiani SPd guru wali kelas 4B mengaku, tahun 2014 lalu dipanggil oleh Dinas Pendidikan menghadap kasi Dikdas perihal pembangunan sekolah yang akan dimerger. 

''Sekitar 2014 lalu saya dan dua orang guru lainnya dipanggil terkait pembangunan sekolah ini,'' terangnya.

Namun hingga saat ini tidak ada realisasi padahal sekolah sangat butuh sekali bantuan.

Wali kelas 4A Sifaiyah yang diwawancara saat itu menyampaikan, lima rombongan belajar terpaksa belajar diteras sekolah,  Kelas 3 dan 4 dari dulu hingga sekarang. 

'' saya selaku guru senior disini tahu persis kondisi sekolah disini, karena dari tahun 2003 sudah mengajar disini,'' jelasnya.

Realita pahit harus diterimanya, terlebih ruang fasilitas guru tidak ada. Terpaksa menggunakan satu ruang akses belajar  untuk kebutuhan kantor. Ia meminta pemerintah memberikan perhatian untuk tambahan ruang belajar. 

''Idealnya pendidikan itu ditunjang oleh fasilitas guna meraih pendidikan yang berkualitas,'' tandasnya.(Dade)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.