Piye

Miris, Ratusan KK Tiga Dusun di Lombok Utara Belum Menikmati Listrik

SuaraLombok.com | Lombok Utara - Miris merupakan ungkapan yang pas menggambarkan tiga Dusun Torean, Tanjung Biru, dan Lendang Lokokri  yang berada di Desa Loloan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. 
Pasalnya, ratusan KK di dusun tersebut hingga saat ini masih saja kekurangan listrik.

Diungkapkan Mahyudin salah seorang warga dusun Torean Memaparkan, tercatat kurang lebih 400 KK yang ada di dusun tersebut. Kendati demikian, warga tidak semuanya merasakan listrik meski sudah ada solusi yang ditawarkan oleh PLTA swadaya di Desa Bayan.

‘’Ada memang PLTA yang dikelola swadaya di Desa Bayan. Tetapi banyak kendalanya jadi listrik kadang hidup kadang mati,” ujarnya, Minggu (15/1).

Sejumlah persoalan yang terjadi, yaitu perihal ketergantungan PLTA terhadap faktor musim, selain itu juga sistim pembayaran dianggap kerap merugikan warga setempat.

‘’Listriknya tergantung, kadang nyala kadang enggak, karena kalau musim kemarau hampir tidak menyala. Apalagi tidak semua warga yang mau menggunakan PLTA,” jelasnya.

‘’Pembayarannya sekitar Rp 60 sampai Rp 70 ribu. Ini juga yang kita belum paham karena tidak ada acuan yang pasti. Sebelum ada PLTA kami hampir tidak pernah merasakan listrik, semenjak beberapa tahun kemarin warga sudah ada juga yang menggunakan genset,” imbuhnya.

Pihaknya berharap, supaya PLN maupun Pemkab Lombok Utara untuk memperhatikan kondisi kelistrikan di tiga dusun tersebut. Apalagi KLU dianggap sebagai Kabupaten dengan perkembangan investasi yang bagus.

‘’Kadang miris denger ribut-ribut soal tarif listrik, padahal kami sendiri belum tersalurkan listrik PLN lho. Lucu kalau di KLU ternyata belum ada listrik,” pungkasnya.(08)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.