Piye

Mengenaskan, Warga Terpaksa Simpan Sampah Dalam Rumah

SuaraLombok.com | Mataram- Warga Lingkungan BTN Kekalik mengalami nasib yang cukup mengenaskan. Pasalnya mereka harus hidup bersama tumpukan sampah di dalam rumah sendiri.

“Penanganan sampah ini masih rancu,” ujar Mario Wirodiharjo, Kepala Lingkungan BTN Kekalik, saat dikonfirmasi Sabtu (28/1).

Ia menuturkan, lingkungannya tidak memiliki TPS. Baik itu semi permanen ataupun permanen. Seluruh sampah warga ditumpuk dirumah masing-masing sambil menunggu dijemput petugas kebersihan.

Mirisnya, sampah tersebut justru mengendap hingga sebulan lamanya. Petugas kebersihan hanya melakukan pengangkutan sekali sebulan.

“Itupun harus ditelpon dulu,” akunya.

Ia mengaku, warga bahkan dengan sukarela memberikan iuran sebesar Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu per rumah. Namun kenyataannya penanganan sampah di lingkungan tersebut masih rancu.

Banyak kendala yang dialami warga. Selain tidak adanya TPS, lingkungan juga tidak memiliki petugas sekaligus kendaraan pengangkut sampah. Hal ini yang masih menjadi pemikiran pihak lingkungan.

Meski ada kabar bantuan dana Rp 50 juta untuk lingkungan, namun hal itu belum cair. Sementara ini warga masih menyimpan sampah di rumah masing-masing.

Mario mengatakan, ia telah melaoprkan hal ini pada dinas terkait. Hanya saja hal ini hanya mendapat tanggapan biasa. Tidak ada tindak lanjut dari dinas tersebut.

“Mereka cuma bilang ini baru masukan,” akunya.

Menurutnya, idealnya sampah diangkut paling lambat dua minggu sekali atau seminggu sekali. Ia mengaku sangat berharap pada dana hibah lingkungan dari Walikota Mataram. Sebab mereka tidak memiliki TPS dan tossa yang direncanakan akan sangat membantu.

Namun ia berharap, tahun ini ada solusi dari pemerintah kota Mataram. Pemerintah harus membuatkan lingkungan ini TPS. Sebab dikhawatirkan akan menimbulkan dampak buruk akibat sampah yang menumpuk.

“Sampahnya sudah sampah uletan. Itu kenyataanya,” tandasnya. (10)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.