Piye

Memalukan ! Hortipark Malah Jadi Tempat Maksiat

SuaraLombok.Com | Lombok Tengah—Proyek hortipark dari Provinsi bernilai miliaran di Desa Karang Sidemen semakin terbengkalai. Akibatnya, hortipark ini juga terindikasi menjadi lokasi maksiat para anak muda.

Penelusuran SuaraLombok.Com, lahan di depan hortipark ini dipenuhi botol-botol minuman keras bermacam merk. Ada juga yang tampaknya sengaja dipecah dan dibiarkan berserakan begitu saja di lokasi.

Hal itu diperkuat pernyataan salah satu warga setempat yang mengaku bernama Inaq Rusmi. Dari rumahnya di pinggir jalan, ia mengaku kerap melihat sekelompok pemuda menggunakan kendaraan bermotor masuk ke area hortipark.

“Eh, hampir tiap malam,” akunya.

Bahkan, tidak jarang ia melihat pemuda yang masuk ke lokasi itu bersama wanita. “Saya juga tidak tahu sudah nikah apa belum, tapi mereka diam dah di sana,” sambungnya dengan nada seperti sedang bergosip.

Hal senada diungkap salah satu anggota dewan asal Karang Sidemen, Supriadi dari PKS. Ia mengaku kerap mendapat laporan dari warga sekitar terkait dijadikannya lahan miliaran itu sebagai tempat maksiat.

Hal ini pula yang membuat ia mendorong pemerintah kabupaten untuk segera meminta pengambil alihan lahan hortipark dari Pemprov.

“Kalau bisa, dikelola Pemkab saja,” tegas Supri.

Jika dikelola Pemkab, lanjut dia, diyakini akan bisa memberikan manfaat lebih besar lagi kepada masyarakat. Sebab, hortipark saat ini hanya bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mencari kayu bakar saja dan beberapa tanaman kecil yang jika dilihat dari faktor ekonomi tidak terlalu menguntungkan.

“Lihat saja rumah pembibitan itu, kan tidak difungsikan, padahal itu proyek mahal,” tukasnya.

Sementara itu, Bupati Loteng, H Moh Suhaili sempat berencana mengambil alih pengelolaan hortipark dari provinsi. Tapi hingga kini masih belum ada jawaban pasti dari Pemprov.

Bahkan, Suhaili sudah memiliki rencana menjadikan Karang Sidemen sebagai desa kopi apabila pengelolaan lahan hortipark ini diberikan kembali ke Pemkab.

“Ratusan hektar itu bisa berantas kemiskinan masyarakat kita puluhan persen,” sebut Suhaili belum lama ini. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.