Piye

Masjid Juga Berfungsi Untuk Ekonomi, Ini Penjelasannya

SuaraLombok.Com | LombokTengah - Bank Syariah Mandiri (BSM) Kcp Praya mulai viralkan fungsi masjid. Bedanya,  kali ini bukan hanya dalam bidang keagamaan, tapi dalam bidang ekonomi. 
RDG BSM pusat,  Syahrian Nur Fatah mengatakan,  program BSM kali ini agar masjid tidak hanya mengandalkan uluran tangan donatur untuk pembangunan, tetapi bisa berdiri sendiri.

"Ada sisi lain yang bisa dilakukan oleh pengurus masjid agar masjid bisa mandiri, " ungkapnya. 

Dijelaskan,  bentuk program ini bergerak di bidang PPOB dan dikelola oleh pengurus masjid. Sementara keuntungan bisa dibagi dua,  antara pengurus masjid dan pembangunan masjid itu sendiri. Bahkan,  bisa juga keuntungan untuk membiayai marbot ataupun guru ngaji.

Sementara itu,  Branch Manager BSM Kcp Praya,  H Faesal menjelaskan,  program pusat ini akan coba dikembangkan di Lombok Tengah dengan enam masjid sebagai pilot proyek.

"Kita sebenarnya sasar 20 masjid,  tapi untuk pilot proyek kita fokus ke 6 masjid dulu, " terangnya. 

Bentuk bantuan yang akan diberikan berupa alat berbentuk HP dan printer untuk mencetak bukti transaksi. Selain itu,  akan ada bantuan dalam bentuk deposit cash mencapai 500 ribu.

"Ini semua demi kepentingan umat dan masjid sebagai tempat ibadah, " jelasnya.
Sementara Kabag Kesra non aktif,  L Suadana mengaku, pemerintah belum mampu mengakomodir semua kebutuhan masjid, termasuk orang yang berkecimpung di dalamnya.

"Untuk marbot memang sudah semua ada insentif dari pemprov,  tapi untuk imam dan guru ngaji belum bisa semua, " bebernya. 

Jumlah  masjid di Loteng saat ini mencapai 1367 masjid, sementara untuk guru ngaji baru bisa diakomodir sebanyak  12 orang dan imam masjid baru dua orang. 

"Makanya kita bersyukur sekali karena ada program seperti ini dari BSM, " syukurnya.  (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.