Piye

Lurah Upayakan TPS Baru Tahun Ini


SuaraLombok.com |  Mataram - Kota Mataram masih belum bisa lepas dari permasalahan sampah. Wacana dana hibah lingkungan Rp 50 juta diperkirakan dapat menjadi solusi terbaik masalah tersebut. Namun selain sampah, Tempat Pembuangan Sementara (TPS) juga menjadi perhatian sejumlah lurah. Salah satunya di Kelurahan Babakan.
“Permasalahan TPS memang juga jadi perhatian utama kami,” ujar Abdul Rauf, Lurah Babakan, Rabu (11/1).

Pengadaan TPS sudah menjadi atensi kelurahan ini sejak tahun lalu. Kelurahan ini hanya memiliki satu TPS yang letaknya berada di pinggir jalan. Hal ini tentunya tak jarang menimbulkan keluhan warga maupun pengguna jalan. Sebab sampah di TPS tersebut meluber hingga ke jalan.

“Sekarang ini sedang kita usahakan gantinya,” katanya.

Rauf mengatakan, dirinya telah menemukan satu lokasi yang dirasa tepat menjadi TPS. Lokasi tersebut merupakan tempat pembakaran jenazah umat Hindu. Saat ini ia tengah melakukan negosiasi dengan pemilik lahan.

“Nah kalau ini tidak bisa dilakukan sendiri, harus bersama. Sebab ini menyangkut kepentingan masyarakat banyak,” jelasnya.

Menurut Rauf, lokasi ini sebelumnya pernah dipinjamkan menjadi TPS. Namun banyaknya jumlah sampah yang masuk mengakibatkan sampah meluber hingga jalan. Hal ini yang membuat pemilik lahan akhirnya menutup lahan dengan seng.

“Sampai sekarang masih bisa dilihat seng tersebut,” pungkasnya.

Kelurahan Babakan memerlukan TPS baru. Sebab itu, Rauf mengambil keputusan untuk menemui kembali pemilik lahan tersebut. Meski belum ada keputusan apapun, Rauf akan mengupayakan lahan tersebut segera bisa menjadi TPS. 

Ia menambahkan, terkait persoalan ini dia belum ingin melibatkan Pemerintah Kota Mataram. Ia ingin persoalan TPS ini diselesaikan ditingkat kelurahan terlebih dahulu. Jika telah ada kesepakatan maka akan ditembuskan menuju Pemkot Mataram.

“Lahannya akan dieksekusi oleh Pemkot,” sambungnya.

Namun ia menegaskan, TPS tak hanya menjadi permasalahan di Kelurahan Babakan. Hampir di setiap kelurahan juga mengeluhkan hal yang sama. Sebab itu ia sangat berharap rencana satu dam truk untuk kelurahan segera bisa terealisasi. Sebab warga tak perlu lagi membuang sampah ke TPS.

“Cukup diantar ke dam truk kemudian sampah dibuang ke TPA,” tandasnya. (MyO)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.