Piye

Lurah Minta Bantuan Perbaikan Cerobong Untuk Pengusaha Tahu

SuaraLombok.com, Mataram-   Tingginya pneumonia di Kelurahan Kekalik Jaya disinyalir bukan akibat pengunaan karet sebagai bahan bakar. Faturrahman, Lurah Kekalik Jaya menegaskan penggunaan karet sudah berkurang dan bahkan hampir tak ada lagi.

“Kemungkinan akibat cerobong asap yang terlalu rendah,” ujarnya, Rabu (4/1)

Ia menuturkan penggunaan karet pernah terjadi pada 2015 silam. Namun hal tersebut berangsur hilang. Sebab telah dihimbau melalui kepala lingkungan dan kader posyandu.

“Sekarang sudah hampir tidak ada,” akunya.

Tingginya penyakit Pneumonia kemungkinan diakibatkan cerobong asap yang rendah. Sebab masyarakat menggunakan bahan bakar dari sampah bekas organik. Seperti ampas jagung, ampas kacang dan lainnya.

Pengusaha tahu tempe di Kelurahan Kekalik Jaya seharusnya membuat cerobong asap diatas 15 meter.  Namun menggunakan cerobong berukuran 3 hingga 4 meter. Pelepasan asap yang dilakukan terlalu rendah. Asap yang dikeluarkan akhirnya kembali masuk ke dalam rumah.

“Asapnya kembali ke bawah,” imbuhnya.

Sebelumnya ia pernah melakukan koordinasi dengan BLH terkait hal ini. Untuk menghindari kenaikan penyakit Pneumonia dengan memberikan bantuan. Sebab untuk merubah cerobong tersebut memerlukan dana yang tidak sedikit.

Sementara masyarakat di Kekalik Jaya bukanlah pengusaha besar. Mereka masuk dalam kategori usaha kecil menengah. Sehingga hal ini membuat mereka tidak mengganti cerobong.

Sebab itu ia berharap, pemerintah memberikan bantuan. Ia juga telah berkomunikasi dengan Bapedda Kota Mataram. Ia meminta solusi agar masalah ini tidak terjadi secara terus menerus.

“Supaya kesehatan masyarakat nantinya lebih meningkat,” pungkasnya. (MyO)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.