Piye

Low Season Datang, Pengusaha pun Mulai Pusing

Low Season Datang, Pengusaha pun Mulai Pusing
SuaraLombok.Com | Lombok Utara - Memasuki Low Season atau musim sepi wisatawan membuat sejumlah pengusaha mulai mengeluh. Pasalnya, dengan minimnya kedatangan wisatawan otomatis income di jasa usaha juga bakal menurun.

Ketua Asosiasi Pengusaha Gili Trawangan (APGT), Acok Zani Bassok, Kamis (26/1) mengatakan, dampak low season sudah mulai terasa belakangan ini. Umumnya, fenomena tersebut singgah pada bulan Januari hingga Maret, bahkan di bulan April dan Mei pun tak jarang kunjungan wisatawan masih stagnan.

‘’Kurang pendapatan ya memang, sekarang ini sudah waktunya low season. Biasanya bulan Juli sampai Agustus tamu mulai meledak lagi,” ujarnya.

Menurutnya, ketika low season pengusaha acapkali merasa rugi. Kendati demikian, mereka pun tetap memiliki kewajiban guna mengaji para karyawannya. Alternatif yang diambil oleh pemilik Sama-sama Reggae Bar ini, yaitu dengan menyiapkan subsidi kepada para pegawainya.

‘’Kita sudah siapkan subsidi untuk bulan-bulan sepi begini, kasihan mereka karena jarang mendapat service,” katanya.

Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya low season, tidak dipungkiri karena isu-isu yang menasional sampai faktor musim. Umpamanya, ketika musim kemarau pengusaha nyaris gigit jari. Sementara ketika ada isu global warming maupun bencana semisal gunung meletus tentu masuk dalam faktor tersebut.

‘’Isu-isu ini juga berdampak, kalau di Jakarta lagi ribut pasti disini juga sepi. Sekarang ini kebanyakan memang turis lokal saja itupun mereka jarang menginap,” jelasnya.

Pihaknya di APGT berharap, supaya pemerintah melakukan langkah untuk mengatasi persoalan ini. Mengingat, adanya diskon yang diberikan Disbudpar NTB ke pengusaha untuk menjangkau wisatawan masih dianggap belum maksimal. Karena tidak semua pengusaha penginapan hotel dan sejenisnya menerapkan hal tersebut.

‘’Ya harus ada inovasi, do something lah, jangan bisanya cuma promo-promo saja. Karena menurut saya, mereka promo ke luar daerah belum tentu efektif dan bisa menjelaskan. Sekarang ini kan hotel yang promo sendirian,” tandasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Disbudpar Lombok Utara, Baiq Prita yang dikonfirmasi membenarkan hal ini. Namun, meskipun sedang low season beberapa langkah untuk tetap meriuhkan Gili Trawangan yang imbasnya bakal dirasakan oleh pengusaha, sudah dilakukan. Salah satunya, terkait penggelaran sejumlah festival serta bekerjsama dengan beberapa travel agen.

‘’Memang bulan-bulan ini sudah masuk, trobosan kita ya mengundang tamu dari timur tengah kerjasama dengan travel untuk datang dalam acara pada tanggal 12 Febuari nanti,” bebernya.

Belum lagi, acara yang digelar tidak hanya dilakukan oleh Disbudpar KLU melainkan dari Provinsi pun turut serta meramaikan salah satunya penggelaran acara di Gili Meno dengan melibatkan sekitar 400 wisatawan pada bulan Maret mendatang.

‘’Maret nanti kegiatan Provinsi ada 400 orang diajak ke Meno, kerjasama sepeti ini tetap dilakukan untuk mengatasi itu,” cetusnya.

‘’Yang jelas low season ini tidak akan mempengaruhi kedatangan tamu karena langkah sudah kita siapkan, apalagi sampai mempengaruhi target angka kunjungan kita tahun ini. Saya kira tidak,” pungkasnya.(08).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.