Piye

Lombok Tengah jadi Lumbung Janda, Ini Penyebabnya

SuaraLombok.Com | Lombok Tengah—Kabupaten Lombok Tengah telah mencetak 2 ribu janda  2016 lalu,  dengan peningkatan hampir 100 persen dari tahun sebelumnya.

Sementara pada Januari tahun ini, tren perceraian di bulan yang sama tahun lalu meningkat sekitar 25 persen.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB), H  Omdah menjelaskan, pernikahan dini merupakan faktor dominan penyebab tren ini.

“Ini yang kebanyakan kami temukan di lapangan dan masih menjadi PR kami,” ungkap Omdah.

Dari data yang ada, angka pernikahan dini dengan rata-rata usia pengantin perempuan antara 15 tahun sampai 20 tahun mencapai 35 persen, dari total pernikahan menurut data yang diterima berdasar koordinasi dengan KUA.

Selain itu, dari data yang diterima dari PLKB yang tersebar di seluruh wilayah Loteng, banyaknya keluarga yang broken home juga menjadi faktor pernikahan dini terjadi.

“Biasanya karena keluarga mereka tidak akur, jadi perempuan memilih menikah saja, itu yang biasa ditemukan,” jelasnya.

Dikatakan Omdah, pengantin berusia muda kebanyakan masih belum siap menjalani biduk rumah tangga. Dari segi psikologi, emosional, finansial hingga kepuasan batin karena masih dalam masa puber akan sangat menentukan. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.