Piye

Lagi, Desa Labuhan Lombok dan Seruni Mumbul Diterjang Banjir

SuaraLombok.Com | Lombok Timur - Desa Labuhan Lombok dan Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgebaya kembali diterjang bencana banjir, Minggu siang (22/1) sekitar pukul 12.30 Wita. Setelah pada hari Selasa (17/1) lalu mengalami bencana yang sama.

Penyebabnya hampir sama, sungai Cermai dan Bebakean tidak mampu menampung tingginya arus air yang datang dari wilayah Suele. Akibat dari banjir itu membuat ratusan rumah warga terendam oleh banjir, meski diantara warga juga ada rumahnya yang masih menggunakan rumah panggung. Namun begitu warga menjadi panik akibat terjadinya lagi bencana banjir yang menimpa dua desa tersebut.

Dari data yang diperoleh SuaraLombok.com, banjir itu menggenangi rumah warga di beberapa dusun yakni Kampung Mandar, kampung Sasak, dan Kampung Turingan. BPBD Lotim, SAR dan Tagana Lotim saat ini sudah berada di lokasi untuk membantu warga yang mengalami banjir tersebut.

Salah seorang warga Labuhan Lombok, Lilik Windari mengatakan terjadinya banjir yang kedua kali ini menimpa dua desa tidak lain disebabkan karena tingginya curah hujan yang tinggi wilayah Suele. Sehingga air hujan yang dari atas turun ke bawah menuju sungai yang mengarah ke dua desa tersebut.

Begitu juga tanggul sungai yang tak terlalu tinggi dengan pemukiman penduduk membuat masyarakat menjadi resah kalau terjadi curah hujan yang tinggi. "Masyarakat menginginkan agar pemerintah daerah segera meninggikan tanggul sungai yang ada, untuk mengantisifasi terjadinya banjir di dua desa tersebut," katanya.

Terpisah Kepala Bidang Kesiagaan dan Tanggap Darurat BPBD Lotim, M. Takdir Ilahi mengatakan pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat mengenai adanya bencana banjir di Labuhan Lombok dan Seruni Mumbul tempat sebelumnya. Sehingga langsung bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan anak buahnya.

Sementara saat ini kondisi rumah warga masih terendam setinggi lutut orang dewasa, namun belum ada korban jiwa dan masyarakat yang mengungsi akibat bencana banjir tersebut.  "Kami terus menyisir rumah warga yang terendam, namun belum ada yang sampai mengkhatirkan," tandas Takdir Ilahi. (06)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.