Piye

Kumuh, Warga Darek Desak Pemerintah Sediakan TPA

SuaraLombok.Com | Lombok Tengah—Sempat dinilai kumuh, masyarakat Desa Darek mendesak Pemkab Loteng segera mungkin menyediakan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.

Hal ini diungkapkan Ketua Asosiasi Masyarakat Peduli Lingkungan Desa Darek, Kamiludin pada saat kunjungan reses anggota DPRD Loteng Komisi III, Majrun. Desa Darek saat ini sedang berbenah dari segi perekonomian dan infrastruktur.

Hanya saja, permasalahan yang ada saat ini adalah masalah sampah yang belum bisa ditangani oleh pemerintah desa dan kecamatan. Sehingga, pihaknya sangat berharap masalah ini bisa ditangani langsung oleh pemerintah kabupaten.

“Setiap hari, sekitar setengah ton lebih sampah dan limbah rumah tangga bisa dihasilkan di desa kami, tapi kami tidak tahu harus membuang ke mana, TPS (Tempat Pembuangan Sementara, Red) belum ada, makanya masyarakat terpaksa buang ke kali,” keluhnya.

Dalam persoalan ini, untuk TPS sebenarnya sempat diupayakan oleh pemerintah desa, tetapi tenaga dan alat untuk mengangkut sampah tidak ada.

Sebab, lokasi TPA juga tidak ada, sehingga TPS enggan digunakan masyarakat. Mereka khawatir bau yang ditimbulkan dan akan menjadi sumber penyakit ke depan.

Menanggapi hal ini, Majrun yang melaksanakan reses Mushala Al Atfalah Dusun Keselet Desa Darek menjelaskan, jika persoalan sampah ini memang sudah menjadi masalah klasik.

Apalagi saat ini menurut data yang ada, Lombok Tengah menjadi peringkat ke 17 dari 470 sebagai penghasil sampah terbesar di Indonesia.

“Ini juga menjadi kehawatiran kita, kalau tetap saja dibuang ke kali akan berbahaya bagi masyarakat dan generasi mendatang,” ucapnya.

Melihat fenomena ini, pihaknya berjanji akan mengusulkan kepada pemerintah agar segera mungkin menangani masalah ini.

Penyediaan TPS dan TPA di lokasi ini memang sudah harus ada sejak dini. Apalagi dengan jumlah produksi sampah yang cukup fantastis mencapai setengah ton lebih per hari.

Dikatakan, kemungkinan besar, ada beberapa celah yang akan digunakan untuk mencari bantuan. Antara lain program rumah kumuh yang pastinya akan bersentuhan langsung dengan persoalan ini. 

Selain itu, ia berjanji akan mendorong Pemkab melalui Pemdes untuk menyediakan fasilitas.  Minimal berupa alat angkut sampah ke TPA yang saat ini sudah ada di beberapa titik milik pemerintah.

“Insya Allah, kita kawal itu bersama,” tandasnya. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.