Piye

Kasus Gugat Cerai di Lotim Didominasi Janda Malaysia

Suara Lombok.Com | Lombok Timur - Kasus gugat cerai di Kabupaten Lombok Timur terbilang tinggi. Pun dari data yang diperoleh, kasus gugat cerai di tahun 2016 lalu didominasi oleh wanita yang tinggal pergi ke Malaysia oleh suaminya.

Factor nafkah lahir dan bathin pun menjadi alasan utama adanya gugatan cerai tersebut. Alhasil, di tahun 2016 lalu, jumlah kasus gugat cerai mencapai 900 orang dengan perbandingan 80 persen dari yang ditinggal ke Malaysia dan 20 persen masyarakat secara umum, termasuk didalamnya PNS.

 Humas Pengadilan Aagam Selong, H. Hamzanwadi kepada SuaraLombok.com di ruang kerjanya mengakui bahwa gugatan cerai tertinggi didominasi istri yang ditinggal bekerja ke Malaysia . "Yyang paling banyak mengajukan adalah yang ditinggal ke Malaysia, baru kemudian masyarakat umum," tegasnya.

 Ditambahkan Hamzanwadi, untuk tahun 2016 jumlah kasus yang masuk ke Pengadilan Agama Selong sebanyak 2.018 kasus. Kasus-kasus itu antara lain kasus pembagian waris, gugat cerai maupun yang lainnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.013 kasus sudah diputus dan berkekuatan hokum tetap atau inkrah.

 Khusus untuk kasus perceraian, Hamzanwadi menegaskan bahwa factor pendukung terjadinya adalah faktor ekonomi, baik dari istri yang ditinggalkan ke meratau ke luar negeri mencari nafkah maupun pihak suami yang kawin lagi dengan orang lain.

 "Faktor ekonomi yang paling mendasar kalau orang melakukan gugat cerai ke PA Selong, dengan rata-rata perharinya yang diputuskan sebanyak tiga kasus gugat cerai," demikian disampaikan Hamzanwadi. (06)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.