Piye

Kasian! 10 Buruh asal NTT Ini Ditelantarkan pak Mandor

Kasian! 10 Buruh asal NTT Ini Ditelantarkan pak Mandor
SuaraLombok.Com Lombok Barat – Sungguh memprihatinkan, mungkin itu gambaran kata yang pas terhadap buruh asal Sumba Barat NTT ini. Bagaimana tidak, sebanyak 10 orang buruh yang bekerja di proyek saluran irigasi di kawasan Desa Dasan Baru Kecamatan Kediri Lobar harus menelan kesedihan akibat ditelantarkan sang Mandor. 

Tak hanya itu, gaji mereka yang selama satu bulan pun tak dibayarkan oleh mandor mereka. Malah mandor yang diketahui bernama Latif diduga kabur membawa gaji ke sepuluh orang buruh tersebut.

Muhamad (30) bersama sembilan rekannya sudah tak kuasa menunggu kejelasan gaji mereka di bayarkan. Ingin adanya kepastian, sepuluh buruh itu pun terpaksa melapor ke pihak pemerintah desa setempat. Dia mengaku, selama sebulan terakhir hanya diberikan uang sebanyak Rp2,4 juta untuk sepuluh orang, itupun untuk membeli kebutuhan sehari-hari. "Kami hanya dikasih Rp2,4 juta untuk beli beras, hanya itu saja." ungkapnya, Jumat (20/1).

Sementara itu, Kepala Desa Dasan Baru H. Abdullah ketika di bersama 10 orang buruh yang melapor ke kantornya memgungkapkan rasa prihatin atas peristiwa yang di alami para buruh ini. Dia mengaku sempat mendatangi perusahaan tempat mereka bekerja untuk memintakan gaji selama sebulan yang tak pernah di berikan oleha mandor tersebut. 

Namun hasilnya nihil, karena pihak perusahaan mengaku sudah memberikan gaji mereka yang di titip melalui mandor yang bersangkutan. "Kami sudah berusaha mendatangi mess perusahaan tempat mereka bekerja, Karena kebetulan perusahaan itu bangun mess disini, Namun pihak perusahaan tak mau bertanggung jawab karena gaji mereka sudah dititip lewat mandor yang bersangkutan." Katanya.

Sementara itu, pihak Desa Dasan Baru tengah mencari jalan keluar bagi buruh yang di ketahui masih ngontrak rumah salah satu warganya. "Kita masih mencarikan mereka solusi, Karena ongkos pulang le NTT saja mereka sudah tak ada." pungkas Kades Dasan Baru. (05)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.