Piye

Kapan Masalah Sampah Kelar Kalau Begini...!

SuaraLombok.com Mataram - Permasalahan sampah yang terjadi di Kota Mataram masih jadi problem utama. Seperti yang terjadi di Kelurahan Rembiga. Salah seorang wanita dari luar kelurahan tersebut berhasil tertangkap basah. Ia ketahuan membuang sampah di ujung jembatan Kelurahan Rembiga,  perbatasan Kota Mataram dan Lombok Barat.

“Kejadiannya pagi buta saat saya turun meninjau ke lapangan tadi,” aku Sunardi, lurah Rembiga, Rabu (4/1).

Ia menuturkan, sekitar pukul 05.30 Wita ia melakukan pemantauan orang buang sampah sembarangan di wilayahnya.  Saat itu ia melihat salah seorang perempuan hendak membuang sampah di pinggir jalan.

Setelah ditanya, wanita yang tidak disebutkan namanya tersebut berasal dari BTN Belencong Lombok Barat.  Sunardi langsung memintanya untuk mengangkut kembali sampah itu dan dibawa pulang. Hal ini dilakukan sebab tempat tersebut hanya diperuntukkan untuk warga Kelurahan Rembiga.

“Kali ini kami toleransi, namun berikutnya akan saya tindak tegas,” sambungnya.

Ia menuturkan, ia memberikan perhatian khusus mengenai masalah ini. Sampah selalu menjadi permasalahan yang  belum memiliki solusi permanen. Padahal sampah memberikan banyak dampak negatif. Mulai dari merusak lingkungan hingga membahayakan kesehatan masyarakat.

Sampah yang menumpuk dapat menimbulkan bau tidak sedap. Bau tersebut menandakan banyak kuman di dalamnya. Hal ini yang akhirnya mengundang berbagai penyakit. Seperti Diare dan demam berdarah.

“Ini penyakit yang biasa ditimbulkan jika lingkungan tidak bersih,” sambungnya.

Sunardi mengaku, ia ingin merubah pola hidup masyarakat. Salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan. Ia juga ingin menegakkan peraturan yang dibuat pemerintah. Yakni Perda tentang membuang sampah.

“Agar tidak dikira Perda ompong,” kata Sunardi.

Ia mengaku sejauh ini, penggalakan Perda yang ia terapkan cukup berhasil. Masyarakat mulai sadar untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat. Terutama di tempat saluran air pembuangan.

Namun menurut Sunardi,  ketika warganya sadar, justru sampah dari luar Rembige datang. Sampah tersebut diduga berasal dari Lombok Barat. Seperti Sesela dan Gunungsari. Warga Lobar yang melewati jalan raya Rembige membuang sampah di tepi jalan.

Ia sangat menyayangkan hal ini. Saat Mataram ingin mengurangi volume sampah, sampah justru dibawa masuk dari luar Mataram. Ia tidak ingin menyalahkan Pemkab Lobar atas hal ini. Hanya saja, ia ingin Pemkab menaruh perhatian lebih pada persoalan ini.

Sunardi berharap, Pemkab Lobar dapat mencontoh Kota Mataram. Salah satunya dengan petugas pengangkut sampah yang mengambil sampah langsung di rumah warga. Dengan begitu sampah tak lagi dibawa dan dibuang di jalan. (MyO)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.