Piye

Hem.. Ternyata Loteng Juga Jadi Lumbung Janda

SuaraLombok.Com | Lombok Tengah – Tak hanya terkenal dengan panorama alamnya yang eksotis dengan alam yang subur dan mendapat predikat sebagai salah satu lumbung beras NTB, Tahun ini Kabupaten Tatas Tuhu Trisna juga layak didaulat jugamenjadi lumbung janda.

Pasalnya, memasuki minggu ke tiga bulan Januari 2017 ini saja, angka kasus perceraian di Lombok Tengah (Loteng) terhitung tinggi, Dari data yang dimiliki Pengadilan Agama (PA) Kota Praya, kasus perceraian suami isteri harinya mencapairata-rata 10 kasus perharinya.

Panitera Pengadilan Agama Praya H Napsiah menuturkan, dari awal Januari hingga saat ini saja jumlah laporan kasus perceraian mencapai 62 kasus. 

“Jumlah itu yang sudah masuk ke ruangan. Tapi masih banyak juga ngantri,”ungkapnya.

Tentang penyebab, Napsiah memprediksi ada banyak faktor. Antara lain, faktor keluarga, ekonomi, sampai pada faktor biologis seksual. “Kebanyakan yang gugat memang perempuan,” jelasnya.

Saat ditanya alasan perempuan lebih banyak menggugat cerai, Napsiah menjelaskan berdasar hasil aduan, banyak istri yang tidak tahan karena ditinggal suami ke luar negeri sehingga tidak jarang memicu perselingkuhan.

Aduannya banyak istri yang ditinggal suaminya ke luar negeri bertahun-tahun, kebutuhan biologisnya tidak terpenuhi ,” jelasnya.

Mengenai trend perceraian, Napsiah membeberkan memang meningkat tajam. Untuk tahun 2015 menuju tahun 2016 saja, meningkat sekitar 1.000 aduan dengan jumlah pada tahun 2016 mencapai angka 2.000 aduan. Jumlah tertinggi berada di Kecamatan Batukliang. Dari urutan rangking Kabupaten Lombok Tengah menempati urutan kedua tingginya angka perceraian di NTB.

“Kalau skala Provinsi, Lombok Tengah nomor urut dua setelah Lotim,” Pungkas Napsiah(09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.