Piye

Habib Rizieq Diisukan Batal Datang, Ini Kata AUI NTB

Habib Rizieq Diisukan Batal Datang, Ini Kata AUI NTB
SuaraLombok.Com | Mataram - Mencuatnya isu ketidakhadiran Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab dalam acara tabliqh akbar di Lombok dibantah Aliansi Umat Islam (AUI) NTB. Menurut mereka isu itu tidak benar, karena AUI sudah mengurus semua surat ijin untuk kedatangannya.

Ketua AUI NTB Deddy AZ menjelaskan, Habib Rizieq akan tetap hadir dalam Tabligh Akbar yang diselenggarakan di Praya Kabupaten Lombok Tengah 29 Januari mendatang. Sebab sesuatu yang berhubungan dengan kedatangannya sudah di urus semua.

“Masalah surat ijin semuannya sudah kami urus semua,” Tegasnya, Rabu (25/1).

Deddy mengaku surat ijin untuk kedatangan Habib Rizieq sudah diurus semua. Mulai dari ijin di Kepala Lingkungan sampai ijin di Kapolda sudah ada dan sudah dikeluarkan.

Ia menambahkan penagajian ini akan di hadiri 20 rombongan ulama pusat dan puluhan ribu orang di seluruh-NTB. Baik itu dari Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Bima maupun Kota Bima.

“Garis pokoknya kita ber Safari Dakwah sekaligus penggalangan dana untuk Bima yang lagi pemulihan,”ungkapnya.

Lanjutnya, dalam dakwah ini akan dilakukan juga penggalangan dana untuk Bima. Diharapkan bisa membantu dan menciptakan semangat baru untuk korban banjir Bima.

Hal ini sebagai bentuk rasa toleransi antara umat manusia dan juga beragama. Ia berharap Umat Islam bisa hadir di acara Dakwah ini, dan mencontoh masa “Aksi 212” beberapa waktu lalu. Berjalan kaki dari Ciamis sampai Bundara HI.

“Mohon do’a Umat Islam demi berjalan lancarnya acara ini dan bersama-sama bersatu untuk NKRI dan Pancasila,” harapnya.

Dirinya juga berharap acara ini bisa berjalan lancar. Namun tidak menuntut kemungkinan hal-hal di luar konteks bisa saja terjadi. Seperti kericuhan dan lainnya yang datang dari orang-orang yang prokontra.

“Tentu kami waspadai itu,” terangnya.

Mengantisipasi hal itu, acara ini sudah diback up penuh Pemerintah Lombok Tengah. Selain itu diinternalnya sebanyak 2000 orang yang tergabung dalam Ormas sudah siap menjadi pengamanan diluar Kepolisian.

“Kalaupun ada yang melakukan pemikiran sempit seperti itu. Silahkan lakukan lewat jalur hukum saja,” Pungkasnya. (10)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.