Piye

Duh, Retribusi Minim Provider Malah Sisakan Piutang

Duh, Retribusi Minim Provider Malah Sisakan Piutang
SuaraLombok.Com | Lombok Utara - Pemkab KLU tidak bisa memaksimalkan retribusi provider dengan baik. Hingga saat ini saja, diketahui beberapa provider, vendor, dan operator yang masih menyisakan piutang dari tahun sebelumnya.

" Memang masih ada yang belum tertagih, ini juga yang menjadi PR buat kita,” ujar Kabid E-Government Dinas Komunikasi dan Informatika KLU, Mujadid Muhas, Selasa (24/1).  

Menurutnya, kedepannya pembenahan di semua bidang akan dilakukan termasuk melalui pemantapan sistem penarikan retribusi. Dengan begitu, ia pun optimis target yang sudah dicanangkan maupun piutang yang tersisa dapat tertagih.

" Targetnya pada tahun ini sekitar Rp 50 juta memang sangat kecil, tetapi kami optimis karena format atau sistem penarikan retribusi tidak lagi mengacu kepada NJOP STTP,” jelasnya.

Dalam konteks ini, merujuk kepada putasan MK nomor 46/PUU-XII/2014 tentang format penarikan retribusi jasa umum yang tidak lagi mengacu kepada NJOP SPPT. Ia mengaku bahwa komulasi retribusi akan sangat rendah, mengingat komulasi tidak dikalikan berdasarkan tarif dasar melainkan hanya dipatok dengan besaran sesuai penetapan format baru ini.

" Iya bisa sangat rendah jumlahnya, karena kalau mengacu pada NJOP SPPT kemarin 4 hingga 5 tower dalam setahun bisa ditarik sekitar Rp 12 juta rasio index 0,5 persen di kalikan dengan tarif dasar dan memunculkan nominal tersebut. Tapi kalau sekarang beda lagi, cuma perbedaanya dapat meminimilasir provider yang membandel,” jelasnya.

Untuk jumlah tower di KLU sendiri, Mujadid membeberkan saat ini ada sekitar 92 tower, rinciannya 90 unit berada di darat Pemenang-Bayan, kemudian 1 yang bentuknya root top berada di Karang Pande, dan 1 lagi masih proses kelengkapannya. 

" Kami harap ketiga wajib pajak ini tidak hanya memikirkan bagaimana cara guna mendapat keuntungan, melainkan juga mengatasi persoalan blank spot yang saat ini masih terjadi,” pungkasnya. (08).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.