Piye

Dua Desa di Kecamatan Pringgabaya Direndam Banjir

SuaraLombok.Com/Lombok Timur – Banjir melanda dua desa di Kecamatan Pringgebaya yakni Desa Labuhan Lombok dan Desa Seruni Mumbul, Selasa (17/1).

Penyebabnya, air sungai Cermai ke pemukiman penduduk meluap dan membuat panic ratusan kepala keluarga di wilayah tersebut.

 Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim tercatat 230 rumah terandam banjir di Dusun Kampung Mandar, 12 rumah di kampung Sasak, 50 rumah di kampung Banjar dan 150 rumah di kampung Turingan.

 Kepala Bidang Kesiagaan dan Tanggap Darurat BPBD Lotim, Takdir Ilahi yang dikonfirmasi membenarkan adanya dua desa yang direndam banjir di wilayah Pringgebaya. Beruntungnya, banjir tersebut tak sampai menelan korban jiwa maupun material.

 "Tercatat ratusan rumah warga yang terendam banjir berada di empat dusun yang ketinggian airnya mencapai lutut orang dewasa," ungkapnya.

Saat terjadinya banjir itu juga, BPBD Lotim bekerjasama dengan Badan SAR, PMI dan Tagana serta dibantu kalangan masyarakat secara bergotong royong membersihkan rumah warga yang terendam banjir.

 Ditambahkan Takdir, banjir itu terjadi karena hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Suele yang lokasinya di atas Pringgabaya. Akibatnya, sempadan sungai tidak mampu menampung curah hujan dan akhirnya meluap dan masuk ke perkampungan penduduk.

 Kendati masuk ke perkampungan, banjir tersebut juga tidak sampai membuat warga sekitar diungsikan.

Saat ini, dari informasi yang diperoleh, air sungai sudah mulai surut. Banjir ini sebenarnya juga pernah dialami masyarakat sekitar, sehingga tidak membuat warga sampai panic dan mengungsi.

 "Kami berharap warga tetap waspada terhadap adanya banjir susulan yang bisa saja terjadi nantinya," himbau Takdir Ilahi. (06)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.