Piye

DPRD Loteng Siapkan 1,07 Miliar, Pihak RSUD Anggap Masih Minim

DPRD Loteng Siapkan 1,07 Miliar, Pihak RSUD Anggap Masih Minim
SuaraLombok.Com | Lombok Tengah - Anggaran yang disiapkan DPRD Loteng sebesar Rp. 1, 07 Miliar untuk akreditasi RSUD Praya dianggap masih minim.

Hal itu disampaikan Dirut RSUD Praya, dr Muzakkir Lankir pada sejumlah awak media, Rabu (25/1).

Lankir mengatakan, dana itu dianggap tidak cukup besar untuk ukuran akreditasi dari tipe C menjadi tipe B apalagi untuk menargetkan tipe A.

Sebab, dana itu hanya bisa diperuntukan untuk pasien saja. Sementara untuk kebutuhan fisik dan fasilitas lainnya tidak menutupi kebutuhan sama sekali.

“Paling hanya untuk pembelian baju pasien, gelang identitas pasien, dan kebutuhan pasien lainnya saja,” celoteh Lankir.

Padahal, saat ini, target RSUD Praya minimal mendapat akreditasi B. Sehingga, untuk menutupi kebutuhan, pihak RS harus putar otak sendiri.

Misalnya untukpengadaan wastafel, kamar mandi secara umum dan fasilitas lalinnya bersumber dari RSUD sendiri.

“Kita anggarkansendiri itu,” bebernya.

Dikatakan, kekurangan dana yang dianggarkanmenjadi salah satu penghambat untuk naik kelas.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Lombok Tengah (Loteng), H.A.Supli menuturkan, kalau dilihat dari segala kebutuhan yang ada, tentu anggaran yang diberikan tidak akan pernah cukup. Mengingat, kebutuhan terutama untuk rumah sakit terbilang cukup banyak. Baik itu dari segi fisik, fasilitas, maupun sumber daya manusia (SDM).

Selain itu, anggaran yang sudah disiapkan sebelumnya hanya cukup untuk anggaran akreditasi saja.

“Kalau dilihat pasti tidak cukup karena kebutuhannya memang berbeda-beda,” ungkapnya.

Sedangkan dalam memenuhi kebutuhan lain tersebut, pemerintah akan tetap memberikan dukungannya. Dukungannya akan diberikan secara bertahap.

“Bantuan anggaran akan secara bertahap diberikan. Anggaran itu cukup untuk menaikan akreditasi saja. Kalau untuk kebutuhan lain tetap akan dipenuhi namun secara bertahap,” ujar politis PKS ini.

Meski begitu, ia meminta agar pihak RSUD Praya tidak hanya mencari dana saja untuk pembenahan fisik. Sebab, yang sering dikeluhkan oleh pasien dan keluarga pasien selama ini sebenarnya adalah pelayanan. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.