Piye

Didakwa Pasal Berlapis Gatot Minta Direhab

SuaraLombok.Com  l  Mataram  -  Sidang Lanjutan kasus narkotika yang melibatkan mantan Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Gatot Brajamusti kembali digelar di Pengadilan Negeri Mataram, Selasa (03/01).

Sidang kedua mengagendakan eksepsi pembelaan Gatot dan Isterinya Dewi Aminah atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum JPU yang menuntutnya dengan tiga pasal sekaligus pada persidangan sebelumnya.

Dalam eksepsi yang dibacakan kuasa hukumnya, Irfan Suryadiata S H Gatot yang hadir dipersidangan mengenakan peci dengan setelah hem batik keabuan menyoal sejumlah  fakta hukum yang menjadi dasar tuntutan primer dalam kasus yang menjeratnya, antara lain pengenaan pasal 114 dan 112 yang dinilai Gatot berlebihan dan mengada ada.

Pasalnya materi tuntutan yang diajukan JPU tersebut seluruhnya didasarkan pada barang bukti yang didapati saat penggeledahan di rumah Gatot di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.   Sementara fakta hukum berupa barang bukti berupa 0.6 gram Shabu yang didapati saat penggerebekan di Hotel Golden Tulip Lombok, justru hanya dijadikan dakwaan sekunder saja.

Disisi lain dalam eksepsinya Gatot juga mempertanyakan keabsahan penggeledahan di rumahnya di Jakarta Selatan yang tidak berdasarkan perintah pengadilan.  Atas dasar tersebut tim penasihat hukum menilai dakwaan dengan barang bukti tersebut sudah semestinya digugurkan, dan pihak Pengadilan Negeri Mataram seharusnya fokus untuk menyidang kasus barang bukti yang ditemukan di Lombok saja.

“Yang jadi point kita soal dasar dakwaan primer dan sekunder yang menjerat klien kami, seharusnya pengadilan negeri mataram hanya menyidangkan yang kasus di Lombok saja, jangan dicampur aduk, itu ada aturan maennya” jelas Irfan Suryadiata SH ketua tim penasihat hukum Gatot usai persidangan.

Irfan juga menambahkan dirinya bersama 10 orang tim penasihat hukum lainnya bersepakat untuk memohon kepada majelis hakim agar kliennya Gatot Brajamusti bersama istri Dewi Aminah direhab saja karena menjadi korban peredaran narkoba.

“Kita dorong ke pasal sekunder 127 itu yang realistis dan berdasarkan fakta hukum, kami meminta majelis agar klien kami mendapatkan hak rehabilitasi” pungkas irfan.

Selain Gatot Brajamusti, sang isteri Dewi Aminah juga menjalani sidang bergantian terkait keterlibatannya dalam kasus narkotika yang menjerat sang suami. Pantauan SuaraLombok.Com di persidangan, kedua terdakwa lebih banyak diam dan tertunduk saat persidangan berlangsung, bahkan saat ditanyai majelis Hakim terkait eksepsi, keduanya menyerahkan kepada tim penasihat hukum.

“Tidak ada yang mulia, kami serahkan ke penasihat hukum saja” jawab Gatot singkat saat ditanya oleh Ketua Majelis Hakim Jafi SH terkait  materi pembelaan eksepsi yang diajukan tim pengacaranya.

Sebelumnya dalam persidangan perdana Selasa pekan lalu (27/12), Kepala Seksi Tindak Pidana Umum yang juga ketua Tim Jaksa kasus Gatot,  Ginung Pratidina SH.MA dalam dakwaannya yang dibacakan di depan majelis hakim menuntut Gatot Brajamusti dan isterinya Dewi Aminah dengan tiga pasal sekaligus  yakni pasal 112, 114 dan pasal 127 Undang Undang 35/ 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman diatas lima belas tahun penjara maksimal hukuman mati.

Tim JPU menilai penerapan tiga pasal tersebut sangat layak dan memenuhi unsur perkara pidana berdasarkan temuan barang bukti di dua TKP berbeda yang mencapai 16 gram lebih sabu, yang memb uktikan secara sah bahwa gatot secara sadar menguasai memiliki dan juga mengedarkan narkoba dikalangan artis secara massif,  dengan cara menggelar ritual berkedok pengobatan di padepokan miliknya bersama sejumlah artis yang diangkat menjadi murid terdakwa.

Terkait eksepsi tersebut Jaksa Penuntut Umum meminta persidangan untuk ditunda dua hari kedepan. Sidang dengan agenda jawaban JPU terhadap eksepsi terdakwa rencananya akan digelar Kamis mendatang dan akan disampaikan secara tertulis oleh tim JPU dan akan dibacakan di hadapan Sidang. (RDS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.