Piye

Dewan Geram Dengan Sikap Dingin Sekda Lombok Tengah

SuaraLombok.Com | Lombok Tengah—Tanggapan Sekda Loteng terhadap isu pungli dengan modus perekrutan tenaga kerja di Loteng justru membuat anggota dewan geram.

Ketua Komisi I DPRD Loteng, M Samsul Qomar mengatakan, pihaknya tidak habis pikir jika isu yang begitu krusial justru ditanggapi begitu dingin. 

“Seharusnya langsung disikapi dong, jangan cuma dukung Ombudsman untuk menelusuri saja. Maksud saya, ini menyangkut Lombok Tengah gitu, dan seharusnya Sekda harus turun tangan dulu menelusuri,” gerutu Qomar panjang lebar.

Dia mengatakan, justru karena sikap Sekda seperti ini akan membuat masyarakat menjadi bingung. Apakah memang Sekda benar-benar tidak tahu atau sengaja tidak mau tahu.

Sebab, isu ini sebenarnya tidak hanya muncul saat ini saja, melainkan sudah lama. Bahkan, beberapa pegawai yang katanya sudah menyerahkan uang ke oknum pejabat sudah beberapa kali melaporkan masalah ini ke Bupati maupun Wabup.

“Dan itu sudah terekspose lama,” tegasnya.

Ia mengaku tidak tahu sama sekali instansi mana yang dimaksud Ombudsman saat ini. Hanya saja, ia mengaku sudah bisa menebak dari isu yang selama ini sudah santer beredar.

Terkait masalah perekrutan, lanjut dia, seharusnya Pemkab sudah bisa membaca sejak lama. Sebab, yang menjadi masalah yakni kemampuan daerah untuk membayar pegawai dan kebutuhan pegawai itu sendiri.

Jika dilihat di masing-masing intansi, jumlah pegawai saat ini sudah mencukupi dan tidak perlu ada penambahan lagi.

Apalagi dengan kemampuan daerah untuk membayar gaji mereka meskipun dengan gaji honorer yang dianggap sangat minim, seharusnya tidak ada lagi perekrutan yang dilakukan masing-masing instansi.

“Jadi kalau menurut saya, Pemkab juga harus turun tangan karena mereka pasti tahu masalah ini,” tandasnya. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.