Piye

Desa Harus Proaktif Dukung Tata Kawasan Wisata

Desa Harus Proaktif Dukung Tata Kawasan Wisata
SuaraLombok.com | Lombok Utara - 75 persen Pendapatan Asli Daerah KLU berasal dari pariwisata. Bahkan, pada tahun 2016 lalu pemkab yang menargetkan PAD sebesar Rp 115 miliar, dan realisasinya mencapai sekitar Rp 124 miliar.

Namun Pemkab sangat sadar guna memaksimalkan potensi ini maka dibutuhkan perbaikan disegala bidang. Mulai dari infrastruktur hingga penataan destinasi wisata. Jika sebelumnya Disbudpar KLU telah mengucurkan anggaran hingga belasan miliar untuk menata sejumlah obyek di darat, kini aparatur desa pun diharapkan demikian.

‘’Sekarang ini bagaimana supaya kita bisa meningkatkan PAD, maka tidak hanya kami melainkan desa pun harus ikut ambil bagian,” ujar Kepala Bappeda Lombok Utara, Herianto, Minggu (22/1).

Menurutnya, desa harus bisa mengelola sumber pendapatan yang ada di wilayahnya. Misalnya saja seperti mata air Kakong, obyek wisata ini sangat bagus kendati infrastruktur menuju ke lokasi dianggap kurang representatif. Sebab itu, jika mana desa dapat membenahi jalur menuju ke lokasi ini bukan tidak mungkin menghasilkan pendapatan besar.

‘’Seperti wisata Kakong, desa harus mampu melihat mana-mana sumber yang sekiranya memiliki potensi. Jika masih belum bagus, ya diperbaiki lah,” katanya.

Fokus pada tahun ini, yakni selain melakukan penataan juga memastikan bahwa penyebaran wisatawan di Lombok Utara tidak hanya di tiga gili saja. Pasalnya, selama ini destinasi yang ada di darat dianggap tidak kalah apiknya dengan pariwisata tiga gili. Sumber-sumber potensial inilah yang harus di lirik oleh desa.

‘’Kalau pun itu (lokasi wisata) merupakan lahan milik pribadi, tentu harus di komunikasikan dengan pemiliknya. Nantinya mesti ada pembagian-pembagian entah itu masuk ke khas desa atau daerah,” jelasnya.  

Seperti obyek wisata rumah pohon Kertagangga KLU berada di Kecamatan Gangga. Meskipun lahan berstatus wakaf, namun masyarakat disana cukup inovatif membangun fasilitas untuk wisatawan.

‘’Mungkin kalau di lokasi parkirnya itu punya orang, maka desa bisa tata benahi dulu dan tidak serta merta menarik disana,” tegasnya.

Secara terpisah, Kepala Desa Sambik Elen, Alwan Wijaya mengatakan, di desanya terdapat salah satu obyek wisata yang selama ini belum banyak diketahui orang. Obyek itu adalah air terjun Tiu Candi Batu. Dijelaskan, meskipun panorama disana sangat bagus, tetapi akses menuju lokasi jauh dari kata layak. 

‘’Memang jalannya yang masih belum bagus. Ini PR kita agar menata kawasan ini kedepannya sehingga banyak wsiatawan yang datang berkunjung. Kami Insyallah akan menggunakan ADD terkait pembenahannya nanti,” terangnya.

Kedepannya kalau pun penataan sudah dilakukan oleh desa, ia berharap Disbudpar KLU mampu mengintervensi kaitan dengan promosi maupun penambahan sejumlah fasilitas supaya pengunjung yang datang merasa betah. 

‘’Insyallah dalam waktu dekat, karena memang desa kami membutuhkan itu,” tandasnya.(08).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.