Piye

Bupati Najmul Ngaku Dulu Pernah Ada Pejabat Coba Transaksi Jabatan

SuaraLombok.com | Lombok Utara - Menyoal transaksi jabatan yang terjadi di Kabupaten Klaten hingga mencuatkan nama Bupati Klaten Sri Hartini menjadi tersangka, membuat KPK mulai melirik sejumlah daerah guna mengantisipasi kejadian ini terulang kembali. Kendati demikian, siapa sangka jika di internal Pemkab Lombok Utara dahulu pernah ada yang mencoba-coba meniru langkah ini.

‘’Dulu memang pernah ada dua orang pejabat yang mendatangi saya untuk minta perlindungan, mereka mengaku sudah berbuat ini itu,” ujar Bupati KLU, Najmul Akhyar, Kamis (5/1).

Dijelaskan, si pejabat telah membayar mahar kepada oknum dengan harapan akan ditempatkan di posisi A atau B. Hanya saja, kala itu Najmul tidak menghiraukan dan justru menanggapi aduan mereka dengan tenang dan bijak.

‘’Saya bilang karena anda begini mangkaknya tidak jadi, tetapi itu dulu beberapa tahun yang lalu,” tegasnya.

Isu transaksi jabatan mulai santer mencuat lantaran hingga saat ini Pemkab Lombok Utara belum juga melakukan mutasi perihal penyesuaian Organisasi Perangkat Daerah (OPD). 

Padahal jika mengacu kepada ketentuan maka penyesuaian OPD mesti dilakukan paling lambat pada tanggal 5 Januari ini. Menanggapi hal ini, Najmul kalem saja.

‘’Iya insyallah semoga bisa cepat selesai,” katanya.

‘’Kalau (hari ini,red) tidak ada mutasi yang jelas kita tengah berupaya,” sambungnya.

Kembali ke Transaksi jabatan, untuk saat ini pihaknya mengklaim jika upaya-upaya tersebut tidak ada. Bahkan, kalau pun terdapat oknum yang mencoba melakukan lobby-lobby di lapangan itu bukan lah tanggung jawabnya. Ia pun mengimbau supaya para pejabat saat ini fokus untuk bekerja saja bukan justru melakukan hal yang negatif semacam itu.

‘’Nauzubillah, kalau ada saya tidak akan jadikan. Sekarang ini bekerja saja dengan baik karena yang terpenting adalah melayani masyarakat,” demikian Najmul.(bon)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.