Piye

Bertahun-Tahun Diusulkan, Beronjong Kali Unus Tak Pernah Terealisasi

SuaraLombok.com | Mataram- Warga Lingkungan Karang Seme Kelurahan Karang Pule Kecamatan Sekarbela mulai jenuh dengan usulan pemasangan beronjong Kali Unus yang tidak pernah terealisasi. Padahal usulan tersebut telah diajukan sejak bertahun-tahun yang lalu.

“Kita mau coba usulkan lagi tahun ini. Kami sudah jenuh menunggu realisasi,” ujar H Taufiq Majdi, Kepala Lingkungan Karang Seme, Senin (30/1).

Ia mengungkapkan, usulan ini telah diajukan pada 2016 lalu. Bahkan sebelum priode kedua jabatan Walikota Mataram H Ahyar Abduh. Pada saat kampanye pun, warga telah mengusulkan terkait pemasangan beronjong. Namun hingga dua tahun berjalan belum juga ada realisasi.

“Saat safari ramadhan kemarin juga kita usulkan, tapi lagi belum ada realisasinya,” aku Taufiq.

Taufiq mengatakan, warga telah menjelaskan pada walikota mengenai dampak jika tidak segera diberonjong. Dua RT yang berada di dataran rendah, yakni RT 03 dan 05 akan terkena dampak buruk. Air luapan sungai bisa mencapai atap rumah warga.

Sebab itu, ia mengajukan hal ini melalui Musyawarah Pembangunan Bermitra Masyarakat (MPBM) beberapa waktu lalu.  Namun jika seandainya tidak direalisasi juga, ia telah menyiapkan langkah lain.

Ia dan warga akan menghadap langsung pada instansi terkait. Dalam hal ini Dinas PU Kota Mataram.  Ia akan berhadapan langsung untuk membicarakan hal tersebut. Sebab warga sudah terlalu jenuh dengan usulan yang tidak pernah didengarkan pemerintah kota Mataram.

“Bahaya sekali jika tidak diberonjong. Itu baru sebulan diperbaiki sudah jebol lagi,” tuturnya.

Ia melanjutkan, masyarakat sudah terlalu banyak merugi akibat jebolnya Kali Unus. Terlebih lagi warga di Lingkungan Karang Seme merupakan warga dengan ekonomi rendah. Bahkan paling rendah dibandingkan dengan lingkungan lainnya di Kelurahan Karang Pule.

“Makanya saya prihatin dengan kondisi semua warga,” sambungnya.

Ditanya mengenai penyebab tidak terealisasi, Taufiq mengaku tidak tahu menahu. Ia sempat menunjukkan lokasi yang diminta untuk dipasang beronjong  pada Kadis PU. Namun hal ini tak juga membuat usulan direalisasi. 

Meski kejebolan beberapa waktu tidak terlalu parah dibanding sebelumnya. Namun dampaknya sangat terasa bagi warga lingkungan tersebut. Mereka terpaksa berhenti bekerja sementara waktu. Akibatnya, mereka tidak memiliki penghasilan saat itu.

“Sekali lagi jika tidak direalisasi, saya bersiap menghadap langsung instansi terkait,” tandasnya. (10)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.