Piye

Belum Dibayar, Tunjangan Fungsional Honorer Kemenag Masih Menunggu Harapan

SuaraLombok.com | Mataram - Tunjangan Fungsional sejumlah guru honorer MI, Tsanawiyah, dan Aliyah Kota Mataram bulan Oktober hingga Desember 2016 lalu masih dalam angan-angan. Pasalnya hingga saat ini masih belum juga tuntas terbayarkan.

Kepala Kemenag Kota Mataram Drs H Burhanul Islam membenarkan, tunjangan tersebut mengalami sedikit kendala. Rupanya terjadi benturan pada masalah administrasi Dipa terakhir yang diblok saat akan dicairkan di KPPN.

“Ini tidak hanya terjadi di NTB, namun juga dibeberapa diseluruh Indonesia. Semua diblok juga,” akunya.

Namun meski begitu, tunjangan tersebut telah diusulkan Kemenag Kota Mataram untuk segera direalisasi. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi seluruh guru honorer tersebut. Kemungkinan, tunjangan bakal cair pada triwulan pertama tahun ini.

Sebanyak sembilan ratus guru honorer Kemenag se kota Mataram belum menerima tunjangan. Sedangkan besar tunjangan untuk satu orang guru sebesar Rp 250.000 per orang.

“Kemenag sudah upayakan meminta untuk dicairkan, bahkan dengan format menggunakan SPM yang sudah diajukan, rupanya dipa revisi terakhir di bulan Desember secara 
Nasional ternyata diblok,” jelasnya.


Meski demikian katanya, pihaknya mengupayakan solusi untuk mengusulkan pembayaran kekurangannya tahun 2017 ini. Berdasarkan pengusulan itu,  ia berharap akan diberikan kebijakan untuk dibayar tahun ini.

''kami sudah usulkan kekurangan itu, agar bisa diselesaikan untuk pembayaran nanti,'' jelasnya.

Namun H Burhanul islam optimis tunjangan akan terselesaikan dan dibayar sesuai kebijakan nasional. (07)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.