Piye

Bawa Sabu di Anus, Warga Malaysia Ini Dibekuk Petugas Bea Cukai

Bawa Sabu di Anus, Warga Malaysia Ini Dibekuk Petugas Bea Cukai
SuaraLombok.Com | Mataram - Tiga pelaku pengedar sabu-sabu berhasil dibekuk Tim Bea dan Cukai Mataram, bersama jajaran BNNP, POLRI, TNI, BIN Daerah dan PT Angkasa Pura 1 serta pihak - pihak lainnya, di Bandara Internasional Lombok (BIL), Lombok Tengah. Penangkapan ini dilakukan berdasarkan informasi dari Intelijen adanya pemasokan sabu-sabu.

Sabu - sabu tersebut dibawa penumpang asal Malaysia bernama Mohd Redzun Bin Moh Daut. Dia menggunakan Air Asia AK306 dengan rute penerbangan Kuala Lumpur - Lombok Praya yang mendarat pukul 19:20 Wita.

“Pelaku berasal dari Malaysia dia membawa barang haramnya denagn menggunakan pesawat,” Ungkap Kepala Bea dan Cukai Mataram, Sugeng Maryadi, Kamis (26/1).

Sugeng menuturkan, pelaku tersebut sudah dicurigai sebagai pembawa sabu-sabu, pada pemeriksaan fisik, barang bawaan berupa tas ransel dan isinya dengan mesin X-ray.

Namun tim belum menemukan barang yang sudah dicurigainya. Memastikan hal itu pihaknya membawa korban untuk di pindai rontgen di salah satu klinik kesehatan di Mataram. Hasil cukup mengejutkan, rontgen menunjukan adanya gambar benda asing di anus pelaku.

“ Bersangkutan kami minta untuk buang air besar,” tegasnya.

Hasilnya pelaku mengeluarkan 3 kapsul plastik berisi butiran kristal berwarna putih dengan berat bruto 134 gram. Butiran tersebut dilakukan pengujian dengan Narcotes Lut, dan hasilnya positif Narkotika jenis sabu-sabu.

Dan untuk memastikan lagi, Dia mengirimkan contoh barang ke Laboratorium Balai Pengujian dan Identifikasi Barang (BPIB) Surabaya.  Hasil tersebut positif senyawa organic Methamphetamine yang mengandung Narkotika Psikotropika dan Precursor.

“ Kami bekerja sama dengan BNNP NTB mengembangkan kasus ini,” ujarnya.

Dia mennuturkan dengan melakukan pengawasan pengiriman barang. Akhirnya bisa ditangkap 2 orang penerima barang haram tersebut. MY (39) wiraswasta dan RA (20) Mahasiswa dari Lombok Timur.

Berdasarkan informasi dari BNNP NTB harga pasaran Sabu di Lombok sekisar Rp 1,7 Juta per 1 gramnya. Sehingga diperkirakan total harga Rp 227 800.000. Dan jika 1 gram Sabunya digunakan sampai 5 orang, Maka atas penindakan 134 gram sabu dapat menyelamatkan 670 orang.

Atas perbuatannya pelaku dipidanakan dengan UU No 17 tahun 2008 pasal huruf e dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak 5 Miliyar. Dan  pasal 103 huruf c di pidana paling lama 8 tahun penjara dan denda paling banyak 5 Miliyar. (10)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.